Beranda Berita utama Mahathir Ajak Indonesia Lawan Kampanye Hitam Sawit

    Mahathir Ajak Indonesia Lawan Kampanye Hitam Sawit

    98
    0

    Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohammad mengajak Indonesia melawan kampanye negatif negara-negara Eropa terhadap produksi minyak kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO) asal Asia. Perlawanan ini harus dilakukan bersama karena Indonesia dan Malaysia merupakan negara penghasil minyak sawit terbesar di dunia.

    “Kita menghadapi masalah yang sama. Misalnya ekspor minyak kelapa sawit sekarang diancam oleh Eropa. Kita perlu bersama-sama melawan,” kata Mahathir Istana Presiden Bogor, Jumat (29/6/2018).

    Perdana menteri tertua di dunia ini menyatakan alasan Eropa menolak produk minyak sawit dari Asia, tidaklah benar dan tidak berdasar sama sekali. Kata Mahathir, Eropa menolak minyak sawit dari Asia lantaran dinilai diproduksi dari hasil aksi penebangan hutan secara serampangan oleh pengusaha. Aktivitas itu pun dinilai merusak lingkungan hidup. “Ini tidak benar sama sekali,” tegas Mahathir.

    Ia justru menuding Eropa yang terlebih dahulu melakukan hal demikian. “Kita semua ingat bahwa di Eropa, negara mereka juga dulu ditutupi hutan. Tapi mereka sudah tebang hampir semua hutan mereka. Tidak ada yang menolak. Tetapi apabila kita perlu kawasan yang lebih luas (untuk kelapa sawit), mereka mendakwa ini mencemarkan iklim,” lanjut Mahathir.

    Pria 92 tahun itu menuding, kampanye negatif Eropa terhadap produk CPO Asia lebih kepada motif persaingan produk. Ia yakin akan hal itu. “Mereka tahu bahwa minyak kelapa sawit ini bersaing dengan minyak-minyak (produksi Eropa) dan sebagainya. Mungkin penentangan mereka lebih berasal daripada ekonomi dan keuangan daripada masalah environment (lingkungan hidup),” ujar Mahathir.