Beranda Berita utama Mahfud MD Klarifikasi Cuitan Tentang Garis Keras

    Mahfud MD Klarifikasi Cuitan Tentang Garis Keras

    121
    0

    Mantan Ketua Tim Sukses Prabowo-Hatta Rajasa dalam Pemilihan Presiden 2014, Mahfud MD akhirnya buka suara tentang pernyataan di akun twitter @mohmahfudmd tentang provinsi garis keras. Pernyataan ini untuk menanggapi cuitan mantan Staf Khusus Menteri ESDM Said Didu dalam beberapa hari terakhir yang ramai di media sosial pada 28 April 2019.

    Dalam cuitannya, Said Didu meminta Mahfud yang juga sahabatnya untuk membeberkan indikator untuk provinsi garis keras. “Kami orang Sulsel memang punya prinsip SIRI untuk menjaga kehormatan. Inikah yang dianggap keras?” kata Said Didu.

    Mahfud menjelaskan garis keras itu sama dengan fanatik atau sama dengan sikap kesetiaan yang tinggi, “Itu bukan hal yang dilarang, itu term politik. Sama halnya dengan garis moderat, itu bukan hal yang haram. Dua-duanya boleh dan kita bisa memilih yang mana pun. Sama dengan bilang Jokowi menang di daerah PDIP, Prabowo di daerah hijau,” urai Mahfud.

    Mahfud juga menyontohkan daerah asalnya, Madura. “Dalam term itu saya juga berasal dari daerah garis keras di Madura. Madura itu sama dengan Aceh dan Bugis, disebut fanatik karena tingginya kesetiaan kepada Islam sehingga sulit ditaklukkan. Seperti halnya konservatif, progresif, garis moderat, garis keras adl istilah-istilah yang biasa dipakai dalam ilmu politik,” ujar Mahfud.

    Pernyataan Mahfud soal ‘provinsi garis keras’ pertama kali mencuat ketika ia diwawancara di salah satu stasiun televisi. Video potongan wawancara yang berdurasi 1 menit 20 detik lalu beredar di media sosial. Berikut pernyataan Mahfud:

    Dalam wawancara itu intinya Mahfud MD menegaskan bahwa kemenangan Jokowi dalam Pilpres 2019 sulit dimentahkan. Hanya saja saat ini harus segera dilakukan rekonsiliasi. Pasalnya, di beberapa provinsi yang “agak panas”, Jokowi kalah.

    “Tempat kemenangan Pak Prabowo itu diidentifikasi yang dulunya dianggap provinsi garis keras dalam hal agama, misal Jawa Barat, Sumatera Barat, Aceh dan sebagainya, Sulawesi Selatan juga,” kata Mahfud MD. Dia menyarankan rekonsiliasi jadi lebih penting untuk menyadarkan bahwa bangsa ini bersatu karena kesadaran akan keberagaman. “Dan bangsa ini hanya akan maju kalau bersatu.”