Beranda Berita utama Malaysia Optimistis Ekspor Minyak Sawit Kembali Pulih

    Malaysia Optimistis Ekspor Minyak Sawit Kembali Pulih

    16
    0
    PUTRAJAYA, 2 Julai -- Menteri Industri Utama Teresa Kok Suh Sim pada sidang akhbar pertama selepas dilantik sebagai menteri kabinet yang baharu di Kementerian Industri Utama hari ini.?--fotoBERNAMA (2018) HAK CIPTA TERPELIHARA

    Di tengah kelesuan pasar minyak sawit dunia dan volumen ekspor yang menurun, Malaysia tetap optimistis ekspor minyak sawit mulai membaik pada semester kedua 2018. Sikap ini disampaikan oleh Menteri Industri Utama Malaysua, Teresa Kok Suh Sim. “Kita optimistis ekspor naik dan harga juga semakin baik,” kata Teresa kepada laman Bernama pekan ini.

    Sikap optimistis ini tidak lepas dari hasil kunjungan ke China bersama Perdana Menteri Mahathir Muhammad bulan lalu. Menteri yang mengepalai Kementerian Industri Primer itu menyatakan China siap menyerap minyak sawit Malaysia.

    Berdasarkan data tahun lalu, China mengimpor 1,92 juta ton minyak sawit dari Malaysia. Negeri Panda ini berada di belakang India yang mengimpor 2,03 juta ton dan Uni Eropa sebesar 1,99 juta ton. Dari ekspor ketiga negara itu, total menyumbang hampir 36 persen dari ekspor minyak sawit Malaysia tahun 2017. Jumlahnya sebesar 16,56 juta ton senilai RM 50 miliar.

    Menurut data Malaysian Palm Oil Boards, ekspor minyak sawit Malaysia mencapai 23,97 juta ton tahun lalu, senilai RM74,74 miliar. Naik dibandingkan tahun 2016 yang 23,29 ton senilai RM64,59 miliar.

    Teresa Kok mengatakan Malaysia bertekad mengundang investor China melakukan investasi di Malaysia. Investor itu akan memproduksi produk-produk berbasis minyak sawit di Malaysia, dan mengekspor produknya kembali ke China.

    “Sebelum kunjungan bilateral kami, saya pergi ke China, kunjungan pribadi. Saya bertemu dengan beberapa perwakilan dari perusahaan-perusahaan dan instansi pemerintah terkait di sana,” katanya.

    Kata Kok, respons berbagai pihak di China yang dia terima sangat luar biasa. Mereka rata-rata tertarik untuk melakukan investasi di Malaysia. Ini yang membuat Kok khawatir, jangan-jangan tidak cukup pasokan minyak nabati dari industri terutama dari sektor petani kecil.

    “Terkadang masalah kami adalah kuantitas yang kami suplai yang tidak memadai untuk memenuhi permintaan dari perusahaan besar. Tapi, jika kita mampu mengatasi ini (pasokan yang tidak mencukupi), harga minyak sawit di paruh kedua 2018 dapat pulih secara signifikan,” katanya.