Beranda Berita utama Masyarakat Diajak Cermat Menilai Pemuka Agama

    Masyarakat Diajak Cermat Menilai Pemuka Agama

    7
    0

    Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar memberikan saran menarik tentang pemuka agama, baik itu ustadz, habib, gus, hingga kiai yang perlu diteladani. Imbauan ini disampaikan karena ada fenomena figur tanpa latar belakang yang jelas dianggap sebagai pemuka agama.

    “Kita mengikuti ulama yang memang benar-benar dalam ilmu agamanya,” kata Muhaiman di Jakarta pada 29 November 2018. Ulama yang memiliki kedalaman ilmu agama bisa dilacak latar belakang pendidikan keagamaannya.

    Menurut Muhaimin, sekarang begitu mudah dan banyak orang yang menjadi pemuka agama tanpa kejelasan ilmu. “Orang berbondong-bondong menjadi gus, gus sugi tidak tahu siapa itu, kemudian ada gus milenial, tiba-tiba ada kiai baru tanpa ilmu agama yang dalam,” ujarnya.

    Padahal, kedalaman ilmu agama menjadi syarat utama seseorang menyandang gelar ulama, kiai, atau ustadz. Gelar itu tidak bisa didapat secara instan. “Kalau kedalaman ilmunya pas-pasan itu bahaya. Orang menyalahkan orang lain, dan seterusnya,” tuturnya.

    menjelang Pilpres banyak ceramah agama yang justru mendorong kekerasan dan permusuhan. Cak Imin mencontohkan ceramah Bahar Smith yang menghina Presiden Joko Widodo.

    “Ya kayak model-model gitu tuh ingin populer, kedua memang pengalaman emosinya belum stabil sehingga tidak layak diikuti, masyarakat atau publik harus pintar memilih habib, ulama yang benar ilmunya,” tegasnya.