Beranda Berita utama Masyarakat Perkelapasawitan Indonesia Terbitkan Jurnal Ilmiah

    Masyarakat Perkelapasawitan Indonesia Terbitkan Jurnal Ilmiah

    34
    0

    Untuk melawan kampanye negatit industri kelapa sawit dan minyak sawit yang masih sering terjadi, Masyarakat Perkelapasawitan Indonesia (MAKSI) menerbitkan jurnal International Journal of Oil Palm (IJOP). Jurnal ilmiah ini diproyeksikan menjadi wadah bagi kegiatan riset kelapa sawit dan memberikan kebutuhan data peneliti.

    “Jurnal berbahasa Inggris ini sangat efektif mendukung industri kelapa sawit. Tanpan jurnal ini lebih sulit lagi melawan kampanye negatif,” kata Dewan Pembina MAKSI, Bayu Krisnamurthi di Bogor pada 5 Februari 2018. Dengan jurnal ilmiah berbahasa Inggris, argumentasi Indonesia dan para peneliti akan berdampak positif terhadap kampanye sawit.

    Selain Bayu Krisnamurthi, peluncuran IJOP juga dihadiri Dr. Darmono Taniwiryono (Ketua Umum MAKSI), Prof. Tien R Muchtadi (Guru Besar IPB) serta anggota MAKSI lainnya seperti Dr. Isroi dan Deffi Ayu Puspito Sari, PhD.

    Menurut Bayu Krisnamurthi, dengan jurnal ini ada kita bisa memperoleh informasi seputar sawit lebih seimbang. “Kita tidak hanya kampanye positif, namun juga mendorong kampanye obyektif terhadap sawit. Dengan data, objektifitas itu bisa kita pertahankan dan kita jaga,” tambahnya.

    Adapun kualifikasi tulisan dalam jurnal ini juga harus didasari pada data maupun fakta ilmiah, melalui hasil riset dan pengamatan langsung di lapangan. “Dengan itu, dapat menjawab dan mengklarifikasi terhadap kampanye negatf sawit,” jelasnya.

    Bayu menyebutkan jurnal ilmiah ini sangat dibutuhkan keberadaannya. Apalagi ini merupakan jurnal satu-satunya yang mengulas khusus mengenai kelapa sawit. Ini merupakan hal wajar lantaran industri ini cukup besar. Kita harapkan jurnal ini dapat disebarluaskan ke khalayak umum.

    Bayu mengusulkan, IJOP ini mengulas isu yang berhubungan sustainability. Perlu lebih banyak menyajikan isu High Conservation Value (HCV), biodiversity dan Water management.

    “Kemudian sustainable development goals (SDGs) menyangkut sawit berkontribusi terhadap pengurangan kemiskinan. Ini harus menjadi prioritas untuk diangkat dalam jurnal tersebut,” terangnya.

    Sementara itu, Darmono Taniwiryomo selaku Ketua Umum MAKSI mengatakan hasil penelitian primer yang ditulis lengkap berisi judul, nama penulis, abstrak, bahan, dan metoda, hasil dan pembahasan, dan daftar pustaka. Sedapat mungkin semua pernyataan yang dikemukakan mengacu kepada data dan hasil tulisan primer yang diterbitkan sebelumnya.