Beranda Internasional Menikmati Keheningan, Sheikh Sudan Sudah 25 Tahun Tidak Bicara

Menikmati Keheningan, Sheikh Sudan Sudah 25 Tahun Tidak Bicara

67
0
Ini Sheikh Bashir asal Sudan

Sudah 25 tahun ulama dan intelektual muslim ini tidak bicara. Dia tidak mau obral kata-kata. Semua yang ditanya dijawabnya dengan tulisan, dan itu yang membuatanya bahagia. Dia menikmati keheningan.

Sheik asal Sudan yang melakukan itu bernama Bashir Mohammed Bashir. Sejak dia memutuskan untuk tidak bicara, pengikut dan orang yang mengenalnya menyebut sheikh ini sebagai ‘Silent Sheikh‘.

Sudah 25 lebih Sheikh itu tidak bicara. Namun menurut The New Arab, Minggu (26/2), Sheikh Sudan ini kendati diam, tetapi dia terus menjalin komunikasi dengan berbagai kalangan. Dia tuliskan apa yang ingin dia katakan itu pada kertas. Juga dia jawab segala pertanyaan pada tulisan di kertas.

Dia juga tetap menghadiri berbagai konferensi. Dia tampil dalam wawancara televisi. Dan semua jawaban yang diinginkan penanya itu, semua dijawab dengan menuliskan dalam kertas.

Sheikh Bashir ini lulusan Universitas Sorbonne, Prancis. Di Sudan, dia dikategorikan sebagai ulama yang punya banyak pengikut. Pengikut-pengikutnya ini sangat fanatik, mereka meyakini ajaran dan pemikirannya.

Perjalanan hidup Sheikh Sudan ini, kembali dari Prancis dengan titel Master bidang Ekonomi dan Ilmu Pengetahuan, dia kemudian mendedikasikan diri dengan meneliti dan membaca studi Al Quran. Dan di tahun 1990, dia memutuskan untuk berhenti berbicara.

Sampai kapan itu dilakukan? Jawabnya, sampai Allah menghendaki dia berbicara.

Tentang sikapnya berhenti bicara itu, Bashir menjelaskan filosofinya. Menurutnya, bahwa awal dari diam itu adalah akhir dari sebuah ceramah.

Namun ketika ditanya tentang alasannya mengambil langkah itu, maka jawabnya, itu adalah rahasia pribadinya dengan Sang Khalik.

Dalam wawancaranya dengan televisi, Bashir menulis, bahwa sejak dia berhenti bicara, dia dikenal sebagai sosok yang tidak pernah menyesal. Sebab baginya, yang terpenting itu adalah akhir dari sebuah pembicaraan.

“Dan saya menggunakan pena saya hanya untuk menulis yang menyenangkan hati sahabat saya. Saya menemukan ketenangan dalam keheningan itu,” tulisnya. jss