Beranda Bisnis Mentan : Ada Feedlot Mempermainkan Harga Daging dan Jeroan

    Mentan : Ada Feedlot Mempermainkan Harga Daging dan Jeroan

    135
    0
    Demo menolak impor jeroan

    Menanggapi demonstrasi dari kalangan mahasiswa, Kamis (28/9) terkait adanya impor jeroan, Kementerian Pertanian (Kmentan) mengklaim ada pelaku penggemukan sapi (feedlot) yang mempermainkan harga sehingga harga jeroan ditingkat pasar mencapai Rp 90 ribu per kilogram.

    Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa ada oknum feedlot yang  mencoba menahan pasokan sehingga harga daging sapi dan jeroan  ditingkat pasar menjadi tinggi. Harapannya dengan datangnya impor jeroan maka harga ditingkat pasar tradisional bisa kembali turun.

    “Jika harga jeroan mencapai harga di bawah Rp 30 ribu per kilogram, pihak Kementerian Pertanian tentu akan menghentikan impor jeroan. Namun permasalahannya saat ini harga jeroan seperti hati mencapai Rp 90 ribu per kilogram di pasaran. Hal ini disebabkan oleh adanya indikasi oknum nakal yang bermain dalam penentuan harga pasar,” ujar Amran.

    Menurut catatan Kementan, saat ini pihaknya mengimpor 600.000 ekor sapi bakalan ke Indonesia. Impor sapi bakalan ini sudah termasuk dengan jeroan yang terdapat pada sapi tersebut. Lantas mengapa Kementan tetap melakukan impor jeroan (dalam hal ini dibatasi pada hati, jantung, dan paru). Apakah kebutuhan dan permintaan jeroan di Indonesia sangat tinggi, sehingga mengharuskan pemerintah melakukan impor jeroan?

    “Hal ini masih erat kaitannya dengan permainan harga yang di lakukan oleh oknum feedloter seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya. Jika oknum (feedlot) ini tidak bermain dengan harga jeroan, seperti menjualnya dengan harga yang sangat tinggi bahkan mencapai Rp 90 ribu per kilogram lebih maka tidak perlu impor jeroan. Jeroan ini diimpor agar dapat menurunkan harga jeroan dipasar,” jawab Amran.

    Disisi lain, Amran menerangkan, terkait revisi UU No.14 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan dan Permentan No. 58 Tahun 2015, adalah untuk mempermudah rakyat. “Jadi kita akan tetap merevisi aturan-aturan yang dinilai justru menyengsarakan rakyat,” janji Amran.FN