Beranda Berita utama Meski Licin, Enam Bahan Ini Bahaya Jadi Pelumas Organ Vital

    Meski Licin, Enam Bahan Ini Bahaya Jadi Pelumas Organ Vital

    924
    0

    Organ vital kering, terutama bagi wanita, memang jadi masalah sendiri dan bahkan berlarut. Apalagi ketika durasi forplay sebelum hubungan intim sudah lama dilakukan. Selain menimbulkan rasa tidak percaya diri, organ vital yang kering juga memicu rasa tidak nyaman, bahkan kesakitan ketika berhubungan intim.

    Untuk mengatasi kondisi ini, memang ada bahan pelumas yang boleh digunakan untuk membantu membuat licin area intim wanita. Tapi, seperti dikutip dari laman Health, jangan sampai memilih satu dari enam bahan ini meski sama-sama licin karena efeknya berbahaya.

    Minyak zaitun
    Minyak zaitun memang bagus untuk kesehatan jantung. Tapi, kalau dipakai sebagai pelumas organ vital sebelum hubungan intim karena sifatnya yang licin, malah berbahaya. Sebaiknya hindari minyak zaitun untuk pelumas seks.

    Petroleum jelly
    Temuan jurnal Obstetrics and Gynecology menyebutkan, wanita yang dua kali menggunakan petroleum jelly sebagai pelumas berpotensi mengalami vaginosis bakteri. Efek panjangnya berisiko terhadap kehamilan dan IMS. Bahan ini juga menganudng bakteri.

    Minyak bayi
    Meski ringan dan lembut, baby oil hanya diperuntukan bayi, bukan melumaskan organ vital sebelum hubungan intim. Ada potensi jadi penyebab risiko jamur vagina, penyebab infeksi jamur vagina.

    Mentega
    Mentega mengandung protein kasein dan susu, sebagai zat yang baik untuk dikonsumsi. Tapi, mentega cepat menimbulkan bau tengik akibat kandungan protein yang membusuk. Ini sangat membahayakan kesehatan alat kelamin.

    Whipped cream
    Bahan ini bagus untuk makanan, tapi tidak untuk pelumas alat vital sebelum hubungan seks. Kandungan gula di dalamnya bisa merusak pH vagina, dan menyebabkan iritasi.

    Lotion
    Banyak pria menggunakan body lotion untuk bermasturbasi atau saat berhubungan seks. Ternyata ini membahayakan alat kelamin karena kandungan parfum dan pewarnanya. Selain itu, kandungan paraben pada lotion bisa menjadi pengganggu hormone.