Beranda Berita utama Muhammadiyah dan NU Minta Publik Tidak Terprovokasi

    Muhammadiyah dan NU Minta Publik Tidak Terprovokasi

    16
    0

    Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah minta masyarakat tidak terprovokasi hasutan untuk berbuat anarkis dalam menyikapi hasil hitung cepat yang dilakukan lembaga survei. Provokasi dan hasutan memang masih banyak berseliweran di media sosial maupun perangkat komunikasi seperti WhatsApp dan lain-lain.

    “Pemilu sudah selesai, semua pihak hendaknya bisa menahan diri dan menerima hasil-hasil pemilu dengan jiwa besar,” kata Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti seperti dikutip dari detikcom pada 17 April 2019.

    Ajakan serupa disampaikan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama PBNU yang meminta masyarakat tidak berlebihan menyikapi hasil hitung cepat yang sudah dirilis sejumlah lembaga survei. “Saya harap masyarakat tidak merespons hasil Pilpres yang dirilis oleh berbagai lembaga survei secara berlebihan,” Ketua PBNU Robikin Emhas.

    Menurut dia, secara akademis hasil exit poll, maupun hitung cepat merupakan cerminan hasil Pemilu meski bukan hasil akhir yang secara legal dapat dijadikan dasar penetapan perolehan suara. “Hasil akhir adalah yang ditetapkan dan diumumkan KPU Mei mendatang,” katanya.

    Untuk menghindari potensi gesekan, Muhammadiyah mengajak kontestan Pilpres 2019, Jokowi-Maruf Amin dan Prabowo-Sandiaga Uno melakukan rekonsiliasi atau memulihkan persahabatan.

    “Pemilu memang sangat penting, tetapi persatuan bangsa jauh lebih penting. Sekarang saatnya melakukan rekonsiliasi dan merajut kembali kerukunan bangsa,” ujar dia.