Beranda Berita utama Muhammadiyah dan NU Sepakat Tolak Paham Khilafah

    Muhammadiyah dan NU Sepakat Tolak Paham Khilafah

    15
    0

    Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sepakat menolak sistem khilafah di Indonesia. NU dan Muhammadiyah merasa berkewajiban menjaga nilai-nilai persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

    Ketua PBNU Said Aqil menuturkan ciri khas umat Islam di Indonesia ialah ramah, santun dan toleran. Kedua organisasi masyarakat ini pun akan berupaya menjaga ukhuwah Islamiyyah, ukhuwah wathoniah, dan ukhuwah insaniah untuk mencegah merebaknya paham-paham radikal yang bertentangan dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

    “Mari kita jaga semua karena jika tidak, ancaman perang saudara itu ada,” kata Aqil di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Rabu (31/10).

    Aqil berharap sistem khilafah tidak akan terwujud di Indonesia. NU dan Muhammadiyah akan mengambil peran untuk mencegahnya.

    “Bahkan saya baca kalau enggak salah ada rencana tahun 2024 harus sudah ada khilafah di ASEAN, ini termasuk di Indonesia. Mudah-mudahan mimpi ini tidak terjadi, tidak akan terlaksana berkat ada NU dan Muhammadiyah sebagai ormas yang menjaga civil society, menjaga konstitusi empat pilar bahasa politiknya. Dulu, sekarang dan seterusnya,” jelas Aqil.

    Apalagi, dia menyebut, ciri umat Islam Indonesia yang ramah, santun, dan toleran telah diakui dunia Arab khususnya. “Semua mengakui tapi kitanya malah bosan menjaga yang santun, ini tiru-tiru keras. Mari kita jaga,” tuturnya.