Beranda Berita utama Mulai 1 Mei, Indonesia Jabat Ketua Dewan Keamanan PBB

Mulai 1 Mei, Indonesia Jabat Ketua Dewan Keamanan PBB

556
0

Indonesia secara resmi menjabat sebagai Ketua Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mulai 1 Mei 2019. Jabatan ini akan dipegang Indonesia sepanjang Mei 2019 setelah sebelumnya dipegang oleh Jerman.

Kepemimpinan Indonesia ini akan mengambil tema ‘Investing in Peace Including Safety and Performance of UN Peace Keeping’. “Ada beberapa tolak ukur, Indonesia mengambil tema tersebut,” kata Direktur Keamanan Internasional dan Perlucutan Senjata Kementerian Luar Negeri, Grata Endah Werdaningtyas di Jakarta pada 1 Mei 2019.

Pertama, misi perdamaian PBB masih merupakan tools yang paling kuat dari Dewan Keamanan PBB untuk berkontribusi pada perdamaian dan keamanan internasional.

Kedua, Indonesia telah memiliki rekam jejak terkait tema yang bersangkutan. Indonesia diketahui, sebagai negara penyumbang pasukan perdamaian terbesar di dunia yakni menduduki urutan 8 dari 124 negara penyumbang pasukan PBB.

“Dan bulan Maret ini kita sudah pecah telor dalam artian untuk pertama kalinya kita mengirimkan lebih dari 100 peace keeper perempuan. Ini suatu yang luar biasa dan ini juga sejalan dengan keinginan sekjen PBB untuk melibatkan, mempromosikan perlibatan dan partisipasi perempuan dalam perdamaian dan keamanan,” kata Gatra.

Ia mengatakan, Indonesia telah menyiapkan beberapa agenda dalam kepemimpinan ini, di antaranya open debate on peace keeping dan akan mengeluarkan presidential statement, salah satu outcome untuk meng-address masalah pelatihan dan kapasitas peace keeper.

Kemudian, pada 9 Mei, Retno Marsudi akan memimpin diskusi informal Dewan Keamanan mengenai Palestina. Diskusi informal ini akan difokuskan pada upaya mencari solusi mendorong implementasi Resolusi Dewan Keamanan Nomor 2334 tentang Permukiman Ilegal Yahudi.

Selanjutnya pada 7 Mei, Retno Marsudi akan memimpin sidang terbuka Dewan Keamanan untuk membahas tema Investasi Dalam Bidang Perdamaian, Meningkatkan Keamanan dan Kinerja Pasukan Perdamaian PBB. Debat terbuka ini akan dihadiri oleh Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.