Beranda Internasional Myanmar Bantah Militer Bunuh 86 Muslim Rohingya

Myanmar Bantah Militer Bunuh 86 Muslim Rohingya

149
0

Nasib tragis menimpa Muslim Rohingya. Di Myanmar ditembaki, sedang kabur ke Bangladesh dikembalikan lagi ke Myanmar. Akibat itu, baru-baru ini jatuh korban 86 orang tewas.

Namun Pemerintah Myanmar membantah tudingan itu. Negeri ini menolak tuduhan bahwa militernya telah menewaskan 86 orang Muslim Rohingya. Konflik berkepanjangan itu menyebabkan puluhan ribu orang mengungsi dari negara bagian Rakhine.

Dalam konflik akhir-akhir ini, ratusan Muslim Rohingya melarikan diri dari operasi militer. Itu karena kekerasan dan perkosaan terjadi di negara bagian Rakhine.

Saat melarikan diri itulah mereka ditembaki tentara. Muslim Rohingya itu berusaha menyeberangi sungai di perbatasan dengan Bangladesh. Dan di tempat ini banyak jatuh korban jiwa.

Namun menurut satgas Tatmadaw, kabar itu tidak benar. Lembaga bentukan Aung San Suu Kyi itu menyangkal tuduhan ini.

“Mengenai insiden itu, setelah bertanya kepada Tatmadaw dan petugas penjaga perbatasan di wilayah tersebut, kami bisa mengatakan bahwa informasi itu tidak benar,” kata Komite Informasi Dewan Negara Bagian Rakhine, seperti diberitakan Reuters, Sabtu (19/11).

Komite ini menyebut, pasukan militer dan penjaga perbatasan tidak melakukan operasi di dekat perbatasan. Mereka hanya menjalankan operasi pembersihan wilayah di lingkaran dalam negara bagian Rakhine.

Pasukan Myanmar itu diterjunkan ke sepanjang perbatasan dengan Bangladesh di Rakhine untuk merespons serangan dari kelompok militan di pos penjagaan pada 9 Oktober 2016.

Namun PBB yang mengirimkan bantuan keamanan dan peninjau independen menyebut, bahwa pasukan militer menutup akses wilayah ini. Untuk itu PBB mendesak agar perbatasan dengan Bangladesh itu dibuka.

“Sangat penting perbatasan itu tetap dibuka untuk orang-orang yang melarikan diri dari kekerasan saat ini,” ungkap juru bicara Badan Pengungsi PBB Adrian Edwards di Jenewa, Swiss Jumat 18 November 2016.

Yang memprihatinkan, pasukan penjaga perbatasan Bangladesh mengembalikan 82 Muslim Rohingya, termasuk anak-anak dan perempuan, yang hendak meninggalkan Myanmar. jss