Beranda Budaya Nglirip Ini Peri Cantik Suka Menolong

    Nglirip Ini Peri Cantik Suka Menolong

    121
    0
    Air terjun Nglirip

    Grojogan (air terjun) Nglirip merupakan potensi pariwisata di Desa Nglirip, Singgahan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Panorama alam ini ada yang percaya airnya bikin awet muda. Itu karena Nglirip dianggap sebagai peri cantik yang suka menolong.

    Di hari minggu muda-mudi meluangkan waktunya untuk melihat nuansa alam yang indah di daerah ini. Mereka memanfaatkan wisata alam ini dengan mandi dan berendam di air terjun yang dipercaya mengabulkan nazar dan membuat awet muda.

    Air terjun Nglirip yang terletak di Desa Nglirip ini memang strategis. Karena letaknya bersebelahan dengan makam Mbah Buyut Syeh Abdoel Jabbar yang sangat terkenal bagi pelaku ziarah, spiritualis, ahli makam atau musyafir di wilayah utara (pantai utara) Jawa.

    Panorama alam yang asri, keindahan lekuk bukit dengan jalan setapak berliku dan terjal. Ditambah dengan cerita-cerita kekeramatannya yang berkembang di masyarakat, semakin menambah kesan bahwa tempat ini memungkinkan dibangun menjadi objek wisata alam dan religi unggulan.

    Legenda grojogan Nglirip diidentikan dengan keberadaan seorang putri cantik, penunggu tempat itu. Tidak diperoleh data kesejarahan secara pasti siapa sebenarnya putri ini. Masyarakat sekitar kemudian menghubungkan, bahwa sang putri adalah peri cantik yang selalu menolong para penduduk bila mendapat kesusahan.

    Putri itu akan muncul dengan tiba-tiba mendatangi rumah warga desa dengan menyaru, untuk mengingatkan warga. Misalnya saja ketika putri itu muncul, mengingatkan kalau akan terjadi gempa. Dan benar juga. Beberapa waktu berselang bencana alam itu datang. Masyarakat yang percaya akhirnya siap-siap untuk tidur di luar rumah.

    Namun tidak melulu karena kepercayaan itu. Suasana alami tempat ini yang menjadi daya tarik wisatawan lokal untuk menikmati air terjun Nglirip. Disamping gratis, masyarakat puas apabila bisa mandi dan berendam lama-lama di tempat ini. Itu berawal dari mitos yang beredar, bahwa air terjun ini bertuah. Bisa menjadikan pikiran tentram, damai, sabar disamping diyakini membuat awet muda khususnya bagi para wanita.

    “Grojogan ini dinamakan Putri Nglirip, karena penunggunya seorang putri dari alam gaib yang cantik rupawan. Jadi kalau yang mandi itu wanita ya dipercaya akan dapat sawab dari kecantikan putri,” tutur Mbok Suwiji (43) dan Ibu Darsini (37) pemilik warung yang setiap hari mangkal di tempat ini.

    Menurut pengakuan ibu tiga anak ini, berdasar cerita kakek buyutnya, Grojogan Nglirip memang punya kekhasan yang membuat orang akan rindu untuk kembali. Kalau pernah ke sini, akan terbayang rasa ingin kembali lagi mandi dan berendam di bawah air terjun yang cukup deras ini.

    Lalu apakah ada pertalian dengan Makam Mbah Buyut Syeh Abdul Jabbar yang berada di samping kanan grojokan ini? Mbah Ismail (73), juru kunci makam menuturkan, bahwa tidak ada kaitan mistisnya. Hanya saja ada beberapa ahli laku, ahli makam dan pelaku spiritual yang mandi sesuci di air grojogan sebelum mereka akan nenepi (ngalab berkah) di makam Mbah Buyut.

    “Kalau itu kan kepercayaan mereka. Saya tidak bisa menolak. Kalau mandi dan berwudzu yang suci itu memang diwajibkan sebelum masuk makam. Dan Insya allah segala keinginannya akan dikabulkan oleh Gusti Allah,” jelas Mbah Ismail yang dibenarkan oleh Mbah Suhut (71), juru kunci kedua makam.

    Seiring dengan perkembangan waktu dan tuntutan sarana rekreasi makam Grojogan Nglirip menjadi tujuan para muda-mudi yang haus akan keindahan panorama alam. Tak pelak pada hari Minggu atau liburan sekolah tempat ini akan penuh dikunjungi para muda khususnya anak-anak sekolah.

    “Ada kepercayaan bahwa sesudah mandi para siswa itu biasanya akan bernazar, agar cita-citanya dikabulkan oleh Tuhan. Ada yang minta agar nilainya baik, lulus, dapat diterima di jenjang yang lebih tinggi,” kata Mbah Ismail. jss