Beranda Berita utama Parlemen Belanda Diminta Obyektif Perlakukan Minyak Sawit

    Parlemen Belanda Diminta Obyektif Perlakukan Minyak Sawit

    14
    0

    Indonesia mendesak Parlemen Belanda memperlakukan komoditas minyak kelapa sawit secara obyektif di Eropa. Permintaan ini berhubungan dengan perlakukan diskriminatif Perlemen Uni Eropa yang menjadikan minyak sawit bukan lagi bagian dari minyak nabati untuk kepentingan bahan bakar non-fosil di Eropa.

    Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Belanda I Gusti A. Wesaka Puja mengatakan komoditas sawit sangat penting bagi Indonesia dan Belanda. “Lebih dari 20 persen ekspor Indonesia ke Belanda itu didominasi komoditas sawit,” kata Puja dalam diskusi yang diadakan Komite Perdagangan Luar Negeri Parlemen Belanda pekan lalu.

    Selain penting bagi kedua negara, Belanda juga diingatkan bahwa komoditas sawit adalah tanaman yang dibawa oleh Belanda ke Indonesia di masa penjajahan. Selain itu, Belanda adalah negara yang paling menikmati komoditas sawit dari Indonesia selama puluhan tahun. Begini juga dengan Uni Eropa ketika memulai era revolusi industri.

    Menurut Puja, perlakuan yang adil terhadap kelapa sawit di antara produk minyak nabati lain merupakan bentuk dukungan atas prinsip perdagangan bebas yang terbuka, berbasis aturan, adik, inklusif dan bersandar pada prinsip pembangunan berkelanjutan.

    “Kelapa sawit merupakan produk yang signifikan berkontribusi pada perekonomian Indonesia, termasuk upaya pencapaian target Sustainable Development Goals,” kata Puja dalam keterangan tertulis.

    Hal itu termasuk pengentasan kemiskinan, peningkatan akses ke pendidikan dan pemberian lapangan kerja. Dia mengklaim bahwa lebih dari 17 juta penduduk menggantungkan hidup pada industri kelapa sawit, baik secara langsung maupun tidak langsung.

    Puja menyampaikan pemerintah bukan saja berfokus pada aspek ekonomi kelapa sawit, tetapi juga aspek konservasi alam dan lingkungan. Hal itu termasuk kebijakan moratorium dan peningkatan kualitas bibit untuk mendorong keberlanjutan serta produktivitas kelapa sawit, khususnya untuk petani kecil.