Beranda Berita utama Pemerintah Harus Hati-hati Larang Diskon Tarif Ojol

    Pemerintah Harus Hati-hati Larang Diskon Tarif Ojol

    10
    0

    Direktur Eksekutif Information and Communication Technology (ICT) Heru Sutadi mengatakan pemerintah harus berhati-hati jika ingin menghapus diskon tarif ojek online (ojol). Sebab, diskon ini menjadi daya tarik bagi pengguna dan berdampak terhadap kelangsungan hidup ojol.

    “Diskon dan promosi itu hal yang umum dilakukan dan bermanfaat bagi pengguna atau konsumen,” kata Heru di Jakarta pada 11 Juni 2019. “Jika melarang begitu saja merupakan hal yang tidak umum dan seperti tidak mengetahui bagaimana bisnis dijalankan,” tambahnya.

    Soal diskon tarif ojol ini, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pihaknya akan melarang diskon transportasi online termasuk di dalamnya ojol. Kata dia ada dua jenis diskon yakni langsung dan tidak langsung. Dia bilang, yang ada saat ini ialah diskon tidak langsung melalui mitra.

    “Diskon langsung relatif tidak ada, diskon yang ada ini relatif tidak langsung, yang diberikan oleh partner-partnernya,” kata Menteri Budi Karya di Jakarta pada 10 Juni 2019.

    Dia menyarankan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengatur promosi atau diskon, sehingga kompetisi berjalan dengan baik dan memberi peluang untuk pemain baru. “Jangan sampai peraturan melarang diskon malah mematikan bisnis ini,” katanya.

    Sebaiknya pemerintah tidak terlalu terburu-buru dalam mengambil keputusan terkait diskon ini. “Jangan gegabah mengeluarkan kebijakan sebelum mendapat masukan komprehensif dari semua stakeholders,” katanya.