Beranda Berita utama Pemerintah Mulai Uji Coba Bahan Bakar B30

    Pemerintah Mulai Uji Coba Bahan Bakar B30

    24
    0

    Setelah menerapkan program bahan bakar campuran minyak sawit 20% sejak September 2018, pemerintah meningkatkan kadar campuran minyak sawit hingga 30% atau B30. Program ini sedang diuji coba untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar fosil.

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan program B30 sedang dalam tahap uji coba. Program B30 ini nantinya diharapkan semakin memperbesar serapan minyak sawit dan memberikan dampak positif terhadap indusri dan petani kelapa sawit.

    “B30 segera kita dorong, sekarang sudah testing terus dan saya kira akan berdampak pada harga kelapa sawit dan berdampak penerimaan small holder yang 40%,” katanya di Jakarta pekan ini.

    Pengembangan program B30 menjadi bagian dari program jangka panjang penggunaan bahan bakar dari 100% minyak kelapa sawit atau B100. Jika progam ini sukses, kebutuhan impor nasional akan terus berkurang.

    Berkurangnya impor tentu berdampak terhadap defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD). “Saya kira jalan dan kita akan masuk ke 100% karena kita akan mengurangi nanti impor-impor crude oil, atau energi saya kira hampir Rp 350 triliun setahun,” katanya.

    Jika impor bahan bakar berkurang signifikan, dampaknya terhadap neraca perdagangan cukup signifikan. “Kalau bisa kurangi hampir lebih setengah saya kira current account deficit kita akan single digit, akan bagus,” katanya.