Beranda Berita utama Penghematan dari Biodiesel Bisa Mencapai USD 5 Miliar

    Penghematan dari Biodiesel Bisa Mencapai USD 5 Miliar

    6
    0

    Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Pandjaitan mengatakan penggunaan biodiesel sebagai pengganti bahan bakar solar atau campuran biodiesel dengan bahan bakar solar memberikan manfaat yang cukup besar dari sisi anggaran. Dengan biodiesel, impor solar bisa dikurangai dan bahkan dihentikan.

    “Dari kebijakan itu, kira-kira kita akan menghemar antara USD 3-5 miliar ke depan,” kata Luhut Pandjaitan di Bandung kemarin. Karena itu, pemerintah menggenjot pemakaian biodiesel untuk menggantikan solar. “Dalamrapat kabinet di Bogor, Presiden sudah memutuskan kita harus memakai biodiesel semua, tidak pakai solar lagi untuk mengurangi impor dari luar,” katanya.

    Untuk meningkatkan penggunaan biodiesel akan dilakukan bertahap untuk menghemat devisa. “Itu kira-kira kita akan menghemat antara 3-5 miliar dolar AS (Amerika Serikat) dalam kurun waktu ke depan,” ujarnya.

    Langkah terobosan ini juga ditujukan untuk menekan defisit anggaran gara-gara tergerusnya nilai rupiah dibanding dolar Amerika. Ujungnya, perlahan nilai tukar rupiah terdongkrak lagi. “Sehingga current deficit kita tidak akan negatif seperti tahun lalu, dan itu akan membuat rupiah lebih stabil ke depan,” ucapnya.

    Luhut menyebutkan pengurangan penggunaan solar dan penggantiannya dengan biodiesel akan dilakukan bertahap. “Nanti dalam 2-3 tahun ke depan kita akan gunakan itu. Kenapa kita mesti beli impor minyak yang fosil kalau bisa memakai biodiesel yang ramah lingkungan,” tuturnya.

    Luhut Pandjaitan mengatakan kebijakan itu akan dilakukan bersamaan dengan peningkatan penggunaan produk dalam negeri. “Kita kedepankan semua industri yang bisa dalam negeri, kita gunakan dalam negeri. Seperti LRT (light rail transit) di Jakarta, itu kita gunakan semua buatan INKA. Kita arahnya ke sana,” ujarnya.