Beranda Berita Pilihan Pengumuman Boarding di Bandara Dubai Pakai Bahasa Jawa

Pengumuman Boarding di Bandara Dubai Pakai Bahasa Jawa

125
0
BEST AIRPORT: Pesawat Emirates di Bandara International Dubai. (foto: airlinerepoter.com)

DUBAI – Di Indonesia saja tidak ada, di Bandara Internatioal Dubai pengumuman naik ke pesawat (boarding) disampaikan juga dalam Bahasa Jawa. Tentu saja, selain flight announcement itu juga disampaikan dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Arab.

Seperti ditulis laman BBC Indonesia, sejumlah penumpang terpingkal ketika mendengar informasi penerbangan yang menggunakan bahasa Jawa halus. ”Nuwun sewu, bapak-bapak soho ibu-ibu, penerbangan Emirates EK tigo-gangsal-wolu dateng Jakarta sak meniko bade …,” begitu bunyi pengumuman penerbangan EK 358 rute Dubai-Jakarta di Bandara Dubai – bandara internasional tersibuk di dunia.

Paham maksudnya? Ini adalah Bahasa Jawa halus, yang dalam bahasa Indonesia berarti ‘permisi bapak-bapak dan ibu-ibu, penerbangan EK 358 ke Jakarta saat ini akan….’

Alasan bahasa tersebut dipakai, menurut Divisional Vice President dari Emirates, Walter Riggans, untuk memudahkan bagi penumpang yang tidak memahami bahasa Inggris atau Arab saat proses naik ke pesawat. Selain penumpang dari Indonesia, banyak juga penumpang dari Suriname yang juga paham Bahasa Jawa karena mereka keturunan Jawa.
”Ini supaya penumpang di Bandara Dubai yang tidak bisa berbahasa Inggris atau Arab bisa merasa nyaman. Bersama pihak bandara, kami memasukkan 26 bahasa dalam sistem untuk dipakai di setiap pintu keberangkatan, sehingga supervisor yang bertugas bisa memilih bahasa sesuai penumpang yang akan terbang.”

“Ini sangat membantu mempercepat proses naik pesawat,” kata Riggans kepada BBC Indonesia lewat surel.

Emirates juga menekankan, yang mereka gunakan bukan sekadar bahasa Jawa, tetapi bahasa Jawa halus.

Sejumlah penumpang -yang memahami bahasa Jawa- di ruang tunggu yang mendengar pengumuman dalam Bahasa Jawa, malah puas tertawa. ”Kaget benar, boarding announcement-nya pakai Bahasa Jawa. Saya ketawa-ketawa bareng orang Indonesia yang lain,” kata Wahyu Pratomo, seorang warga Bandung yang sedang dalam penerbangan Amsterdam-Jakarta dan transit tiga jam di Dubai. Padahal di ruang tunggu, kata Wahyu, orang Jawa bukan mayoritas.(dikutip dari BBC/ EDO)