Beranda Berita utama Penyebaran Video dan Gambar di Media Sosial Masih Dibatasi

Penyebaran Video dan Gambar di Media Sosial Masih Dibatasi

30
0

Menteri Komunikasi dan Infomatika (Kemenkominfo) Rudiantara mengatakan penyebaran konten video dan gambar di media sosial masih dibatasi sampai situasi benar-benar normal. Pembatasan aplikasi pengiriman pesan instan dibatasi sejak 22 Mei 2019.

“Semoga situasi segera pulih sehingga fitur-fitur tersebut bisa segera difungsikan,” ujar Rudiantara di Jakarta pada 23 Mei 2019. Fitur yang dibatasi sementara waktu antara lain Facebook, Instagram, Twitter, Line, Whatsapp, dan Youtube. Pembatasan dilakukan untuk pengunggahan dan pengunduhan foto dan video

Tindakan ini diambil berdasarkan pertimbangan bentuk komunikasi yang dilakukan melalui video atau gambar mudah menyulut emosi pengguna internet. “Demikian halnya dalam konteks kerusuhan yang terjadi,” imbuh Rudiantara.

Sementara itu, Facebook selaku pihak media sosial yang juga merupakan perusahaan induk WhatsApp dan Instagram, menyatakan akan bekerja sama dengan pemerintah Indonesia dan bertindak sesuai dengan kemampuan terkait dengan situasi terkini di Jakarta.

Dalam keterangan resmi Facebook, Kamis (23/5), media sosial dengan pengguna terbesar ini mengatakan berkoordinasi dengan pemerintah terkait dengan situasi keamanan di Jakarta setelah kerusuhan yang terjadi di depan gedung Badan Pengawas Pemilu dan beberapa lokasi lainnya.

“Menanggapi situasi keamanan yang terjadi di Jakarta saat ini, kami terus berkoordinasi dengan pemerintah Indonesia dan bertindak sesuai dengan kemampuan kami. Kami akan terus memegang komitmen untuk tetap memberikan layanan bagi masyarakat agar dapat terus berkomunikasi dengan kerabat dan keluarga,” kata juru bicara Facebook Indonesia.