Beranda Berita utama Perhatikanlah Desa di Perbatasan

    Perhatikanlah Desa di Perbatasan

    58
    0
    Warga Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara hijran ke negara Malaysia - ANTARA FOTO/M Rusman

    Meskipun pemerintah telah memotong anggaran, tapi hal tersebut jangan dijadikan alasan untuk tidak mengembangkan pedesaan khususnya di daerah perbatasan.

    “Jadi sebaiknya Kementerian Desa bisa memaksimalkan anggaran yang sudah ada untuk megembangkan pedesaan terutama yang posisinya ada di perbatasan,” jelas Ketua Komisi V DPR RI, Fary Djemy Francis.

    Lebih lanjut, Fary meningatkan, pentingnya memaksimalkan anggaran untuk pedesaan karena mengingat saat ini masih banyak daerah-daerah yang letaknya di perbatasan antara Indonesia – Malaysia yang kondisinya masih memprihatinkan. Diantaranya pada Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara.

    Seperti diketahui, akibat dari lambannya pembangunan desa di perbatasan maka tidak sedikit komoditas asal Indonesia yang di jual ke daerah luar karena harganya lebih menjanjikan, seperti tandan buah segar (tbs) kelapa sawit, kopi, dan biji kakao.

    “Mendengar hal ini maka kami langsung menghubungi Menteri Desa dan Transmigrasi agar anggaran pada APBN 2017 diprioritaskan pembangunan di Kabupaten Nunukan, karena lokasinya berbatasan dengan negara Malaysia,” tegas Fary.FN