Beranda Bisnis Permintaan cangkang sawit ke Jepang meningkat

    Permintaan cangkang sawit ke Jepang meningkat

    68
    0

    JAKARTA-Ketua Umum Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi) Bayu Krisnamurthi mengatakan, permintaan cangkang sawit ke Jepang tumbuh 40% per tahun seiring dengan peningkatan penggunaan energi baru dan terbarukan dalam program bauran energi di Negeri Matahari Terbit.

    Pengapalan biomassa sawit ke Jepang tahun lalu mencapai 450.000 ton dan ke Korea 400.000 ton dengan nilai ekspor ke kedua negara itu lebih dari Rp1 triliun. Harga komoditas itu kini berkisar US$80-US$85 per ton free on board (FOB). “Indonesia melihat fenomena baru ekspor produk sawit, di mana ekspor cangkang sawit dan tandan kosong sawit naik sangat pesat,” kata Bayu, Selasa (11/7).

    Perhepi menjadi bagian dari Delegasi Sawit Indonesia yang berkunjung ke Tokyo dan Osaka dalam misi promosi dan diplomasi dagang produk sawit selama 10-14 Juli. Anggota delegasi lainnya meliputi wakil dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Perdagangan, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Asosiasi Produsen Biodiesel Indonesia (Aprobi), Asosiasi Pengusaha Cangkang Sawit Indonesia (Apcasi), dan wakil dari eksportir.

    Misi yang dilaksanakan atas undangan Atase Perdagangan Tokyo dan ITPC Osaka itu telah mempertemukan asosiasi dan ekportir sawit Indonesia dengan 30 importir besar di Tokyo dan Osaka. Kegiatan promosi dan diplomasi itu diisi juga dengan one-on-one business meeting.

    Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang memaparkan porsi EBT dalam energi mix negara itu saat ini 14,6%, yang mana 2% di antaranya adalah bioenergi yang antara lain berasal dari cangkang sawit.

    Jepang menargetkan EBT menjadi 25% pada 2030, termasuk bioenergi menjadi 4%. Untuk mencapai itu, Negeri Sakura menetapkan kebijakan harga jual listrik dari EBT (feed in tariff) sehinga dapat menarik investasi.

    Ketua Asosiasi Pengusaha Cangkang Sawit Indonesia Dikky Akhmar menyatakan, pihaknya akan menandatangani kontrak penjualan cangkang sawit dengan Jepang untuk 10 tahun ke depan, yang akan digunakan untuk lima pembangkit listrik di Jepang dengan kapasitas sekitar 320 megawatt (MW).

    Duta Besar Indonesia di Tokyo Arifin Tasrif menambahkan telah ada rencana investasi pembangunan pembangkit listrik 40 MW di Ibaraki Jepang yang akan menggunakan biofuel sawit dari Indonesia sebagai bahan baku energi.(ione)