Beranda Berita utama Pilpres 2019 Jadi Katalis Penguatan Nilai Tukar Rupiah

    Pilpres 2019 Jadi Katalis Penguatan Nilai Tukar Rupiah

    15
    0
    ilustrasi

    Hasil pemilihan umum dan pemilihan presiden 2019 memberikan dampak positif terhadap nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Rupiah menjadi satu-satunya mata yang mampu menandingi keperkasaan dolar sepanjang Kamis, 18 April 2019.

    Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat 0,32% di level Rp 14.040. Sejak pagi hingga penutupan pasar valuta asing, rupiah terus menunjukkan penguatan. Yuan misalnya terkoreksi 0,15% terhadap dolar AS. Dolar Singapura dan baht juga terkoreksi hingga 0,10% dan 0,09%. terhadap dolar AA.

    Tapi, rupiah bersama yen Jepang menjadi mata uang Asia yang paling menekan dolar AS. Mata uang RI ini akhirnya menjadi mata uang terbaik di Asia. Euforia hasil hitung cepat pilpres 2019 mendongkrak rupiah ke posisi teratas.

    Penguatan rupiah menunjukkan optimisme pelaku pasar terhadap pasar investasi Indonesia. Setidaknya, arus modal asing mengalir deras ke aset-aset berisiko di Indonesia serta IHSG terdongkrak ke zona hijau.

    Sebelumnya ekonom PT Bank Permata Tbk, Josua Pardede mengatakan hasil penghitungan sementara sejumlah lembaga survei untuk Pemilu 2019 menjadi katalis positif untuk pergerakan nilai tukar rupiah di pasar NDF. “Hitung cepat menunjukkan incumbent memimpin suara sementara. Itu sesuai ekspektasi pasar,” katanya.