Beranda Berita utama Presiden Terpilih Diharapkan Semakin Peduli pada Komoditas Sawit

    Presiden Terpilih Diharapkan Semakin Peduli pada Komoditas Sawit

    7
    0

    Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Joko Supriyono berharap presiden yang terpilih dalam Pemilihan Presiden 17 April besok haruslah yang betul-betul peduli terhadap isu komoditas kelapa sawit karena berkaitan dengan nasib 17 juta petani sawit. Apalagi, saat ini sawit Indonesia sedang didiskriminasi di Uni Eropa yang bisa mengancam usaha petani di dalam negeri.

    “Jadi tadi disampaikan bahwa kita juga enggak pernah kampanye dukung siapapun. Justru kita mengkampanyekan bisnis sawit kepada semua, bahwa industri ini begitu penting buat Indonesia. Siapapun pemimpinnya, harus mampu melihat realitas sehingga semua pemerintah pasti memperjuangkan ini demi kepentingan nasional,” kata Joko Supriyono di Jakarta pada 15 April 2019.

    Wakil Presiden Direktur PT Astra Agro Lester Tbk ini menjelaskan selain memastikan nasib 17 juta petani sawit dalam negeri, presiden terpilih harus memperjuangkan sawit Indonesia di luar negeri. Sebab, setoran negara dari sawit cukup besar. Indonesia adalah produsen minyak sawit terbesar di dunia. Mayoritas sawit dan turunannya diekspor ke berbagai negara di dunia.

    Sementara itu, Direktur Utama PT Astra Agro Lester Tbk, Santosa mengatakan pada dasarnya perusahaan tidak mempersoalkan siapapun presiden yang terpilih. Terpenting, keberpihakan pemerintah terhadap industri sawit nasional harus besar.

    Santosa melihat, pada era pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla, sudah peduli dengan isu sawit. Kata dia, dalam tiga tahun bekalangan, pemerintah juga sangat perhatian terhadap isu diskriminasi Uni Eropa pada ekspor sawit RI.

    “Kalau yang sekarang (Jokowi-JK) kan kita merasa 3 tahun belakangan ini luar biasa support-nya karena saya 2007 sudah di Astra Agro. Enggak ada menteri luar negeri atau menko ekonomi untuk kelapa sawit, sampai di ujung tombak di depan menentang diskriminasi dan memperjuangkan petani kelapa sawit,” ucapnya seperti yang dilaporkan Kumparan.

    Karena itu, dia berharap, baik Jokowi ataupun Prabowo yang terpilih untuk memimpin Indonesia selama 5 tahun ke depan, kebijakan mereka harus mendukung sawit nasional.

    Di sisi lain, Santosa juga menyadari para pelaku pasar nasional, juga harus serius menyelesaikan masalah lingkungan yang disebabkan dari produksi kelapa sawit. Salah satunya adalah dengan menjalankan roda bisnis ini sesuai dengan sertifikat dan standar yang diatur dalam ISPO.

    “Kalau pemerintahnya yang sekarang tetap memimpin, mestinya tidak akan menurun (perhatiannya) . Dan yang baru, kita berharap kalau ada pergantian, semoga komitmennya tetap sama atau malah lebih baik,” tutur dia