Beranda Berita utama Program B100 Bisa Hemat Devisa Hingga Rp 150 Triliun

    Program B100 Bisa Hemat Devisa Hingga Rp 150 Triliun

    26
    0

    Program bahan bakar campuran minyak kelapa sawit hingga 100% atau B100 diprediksi memberikan dampak signifikan terhadap pemasukan negara karena impor berkurang drastis. Efisiensi yang didapatkan dari program ini ditaksir mencapai Rp 150 triliun.

    Menurut Menteri Pertanian Amran Sulaiman, setiap tahun Indonesia mengimpor 16 juta ton bahan bakar solar atau setara Rp 150 triliun. Jika bahan bakar ini bisa digantikan dengan minyak kelapa sawit melalui program B100, devisa ini tidak perlu lari ke luar negeri.

    “Artinya negara bisa menghemat Rp 150 triliun,” kata Amran Sulaiman di Jakarta pekan ini. Efisiensi devisa ini memang tidak berlangsung sekaligus, tapi secara bertahap. Apalagi sejak program B20 bergulir, impor bahan bakar minyak terus berkurang dalam dua tahun terakhir.

    Menurut Amran, penggunaan B100 lebih hemat dibandingkan solar. Sesuai hasil ujicoba program ini di Kementerian Pertanian, 1 liter B100 bisa menjangkau 13,1 kilometer. Sedangkan 1 liter solar hanya mencapai 9,6 km. “Artinya dari segi harga dan energi sangat efisien,” katanya.

    Kementerian Pertanian tengah mendorong produksi traktor dan kendaraan menggunakan B100. Percobaan telah dilakukan selama dua tahun di Balitbang Kementan dengan hasil tak ada catatan masalah.

    Rencananya ke depan, setelah percobaan dua tahun, traktor pertanian berbahan bakar biodiesel akan diproduksi massal dalam waktu lima tahun.