Beranda Berita utama Putri KH Mustofa Bisri: Felix Siaw Bajak Puisi Abah

    Putri KH Mustofa Bisri: Felix Siaw Bajak Puisi Abah

    167
    0

    Ienas Tsuroiyah kesan bukan kepalang. Puisi karya ayahnya, KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus dibajak oleh Felix Siaw utnuk kepentingan Reuni 212 di Monas pada 2 Desember 2018 lalu. Pembajakan puisi oleh dedengkot Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dilakukan serampangan tanpa meminta izin Gus Mus sebagai penulis puisi.

    Kekesanan Ienas diluapkan di akun Facebook miliknya. Dia mengirimkan screenshot Instagram Felix Siauw berupa puisi Reuni 212, dengan judul Terinsipirasi Puisi Gus Mus melalui pesan singkat ke Whatsapp.

    “Tak sulit untuk menebak, puisi Abah yang mana yang ‘dibajak’ oleh mualaf pujaan para artis “hijrah” itu,” kata Ienas di akun Facebook-nya pada 7 Desember 2018.

    Lebih parah lagi puisi yang dibuat Felix Siauw itu beredar luas di kalangan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan mencatut nama Gus Mus serta menghilangkan nama Felix.

    “Pagi ini saya mendapat laporan, puisi aspal (asli tapi palsu) tentang demo 212 itu beredar luas di WAG kader PKS dengan judul “Puisi Gus Mus”. Entah siapa yang dengan sengaja menghilangkan kata ‘Terinspirasi’ dan nama Felix Siauw sebagai penulisnya, yang jelas buat saya itu JAHAT sekali. Kayak gitu kok ngakunya kader partai dakwah,” tulisnya.

    Ienas menegaskan bahwa Gus Mus itu tak hanya sekali ini dibajak oleh oknum tertentu dan diubah semau-maunya. Gus Mus maupun keluarga pun, sering mengklarifikasi ketika muncul kasus serupa, namun tetap banyak yang tertipu.

    Sejak pilpres 2014, nama Gus Mus sering dicatut, diseret, dan dibawa-bawa dalam kampanye. Banyak unggahan yang tak jelas, siapa penulis aslinya, tetapi memakai nama Gus Mus.

    “Yang saya masih ingat, ada postingan yang memuji-muji Prabowo Subianto, menggunakan nama Abah, tapi di bawahnya tertulis Serang, tanggal sekian bulan sekian. Artinya, kalau pembaca jeli, pasti langsung tahu kalau itu hoax (bukan Abah yang menulis). Toh, tetap saja banyak yang tertipu,” katanya.