Beranda Berita utama Rocky Gerung: Kitab Suci adalah Fiksi

    Rocky Gerung: Kitab Suci adalah Fiksi

    25
    0

    Pengamat politik yang sangat intens mengkritik Presiden Jokowi dan pendukungnya, Rocky Gerung mengatakan bahwa kitab suci adalah hal yang fiksi. Dosen filsafat yang sering menjuluki ‘cebong’ dan ‘bong’ untuk pendukung Jokowi ini menyatakan kitab suci adalah fiksi di acara Indonesia Lawyers Club (ILC) pada Selasa, 10 April 2018 malam.

    Dia mengatakan kata fiksi dianggap negatif karena dibebani kebohongan, sehingga fiksi itu selalu dimaknai sebagai kebohongan.

    “Fiksi adalah energi yang dihubungkan dengan telos, dan itu sifatnya fiksi. Dan itu baik. Fiksi adalah fiction, dan itu berbeda dengan fiktif,” ujarnya. Telos sendiri dalam bahasa Yunani berarti ‘akhir’, ‘tujuan’, atau ‘sasaran’.

    Dosen mata kuliah filsafat itu mengambil contoh Mahabharata. Salah satu kitab suci yang dia contohkan antara lain kitab Mahabharata yang disebut fiksi. Meski demikian dia bilang itu bukan fiktif. Rocky berargumen, fiksi itu kreatif. Sama seperti orang beragama yang terus kreatif dan ia menunggu telosnya.

    “Anda berdoa, Anda masuk dalam energi fiksional bahwa dengan itu Anda akan tiba di tempat yang indah,” katanya.

    Rocky menambahkan, dalam agama, fiksi adalah keyakinan. Dalam literatur, fiksi adalah energi untuk mengaktifkan imajinasi. “Kimianya sama, dalam tubuh sama, dan jenis hormon yang diproduksi dalam tubuh sama,” ujarnya.

    Pernyataan Rocky Gerung mendapat reaksi beragam dari warganet. Salah satunya dari Fadjroel Rahman yang menyebutkan bahwa di dalam fiksi semuanya fiktif, baik toko, tempat maupun waktunya. Beberapa kalangan menilai pernyataan ini bisa memancing kontroversi karena dinilai tidak sensitif dengan kondisi sekarang. Bahkan, tidak sedikit yang menunggu apakah pernyataan ini memantik reaksi dalam bentuk demonstrasi.