Beranda Berita utama Sarjana Pendidikan Agama Ini Dirikan Klinik Sawit Berkelanjutan

    Sarjana Pendidikan Agama Ini Dirikan Klinik Sawit Berkelanjutan

    34
    0

    Kalau ada klinik kesehatan, mungkin sudah biasa karena mudah ditemukan di pelosok kota maupun desa. Tapi, kalau ada klinik sawit berkelanjutan, bisa jadi baru sekarang terjadi di Indonesia. Ya, Klinik Sawit Berkelanjutan ini membuka praktek layaknya klinik yang kita kenal. Yang dikonsultasikan tentu bukan kesehatan badan, tapi tentang kelapa sawit.

    Klinik Sawit Berkelanjutan ini didirikan di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara oleh seorang petani sawit. Dia adalah Edi Sinaga, sarjana pendidikan agama sebuah perguruan tinggi ternama di Sumatera Utara. Bersama klinik yang didirikan, dia ingin mengabdi untuk kampung halaman, khususnya para petani sawit.

    Ketika membangun Klinik Sawit Berkelanjutan, Edi menanamkan prinsip ilmu dan pengalaman adalah guru terbaik dan tidak boleh dibawa mati. Karena itu, ilmu dan pengalaman harus ditularkan demi kebaikan bersama. “Saya bertekad petani sawit di Simalungun mampu menerapkan praktek sawit berkelanjutan,” katanya seperti dikutip dari laman sawitplus.co.id.

     

    Edi membuka klinik ini sejak awal 2019. Dengan membuka konsultasi praktek perkelapasawitan, dia berharap petani sawit di Simalungun mampu memahami dan menerapkan ISPO/RSPO (Indonesia Sustainable Palm Oil/Roundtable Sustain Pal Oil).

    Kiprahnya di dunia konsultasi sawit ini termotivasi oleh beberapa figur seperti Ketua Umum SAMADE Tolen Ketaren, Ketua DPD SAMADE Simalungun Muchtar Sinaga, Ketua Tim Nasional Sawit Bersih Anthony Sembiring, dan petani sawit di daerahnya. Mereka adalah pendukung utama hadirnya klinik ini.

    “Dan tak lupa juga saya berterimakasih kepada Pak Irfan Affandy dari ILO yang menularkan ilmu Keselamatan dan Kesehatan Kerja di kebun sawit,” katanya.