Beranda Berita utama Sawit Dilarang, Indonesia Siap Boikot Produk Eropa

    Sawit Dilarang, Indonesia Siap Boikot Produk Eropa

    456
    0

    Pemerintah Indonesia mengancam memboikot produk Uni Eropa (UE) untuk melawan diskriminasi terhadap kelapa sawit. Boikot produk buatan Eropa akan dilakukan jika jika Parlemen Eropa menyetujui rancangan Delegated Regulation Supplementing Directive of The EU Renewable Energy Directive II (RED II) yang diajukan oleh Komisi Eropa.

    “Dalam hidup ini harus punya pilihan. Kami tidak mau didikte. Kami harus tegas,” ujar Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan di Jakarta pada 20 Maret 2019.

    Menurut Luhut, banyak produk Eropa yang dipasarkan di Indonesia antara lain pesawat, truk, bus, dan lain-lain. “Banyak sekali produk Uni Eropa yang kami butuhkan. Dengan kelas menengah 55 juta orang sekarang dan jumlah penduduk 269 juta orang, pasarnya sangat besar,” katanya.

    Indonesia selama ini memiliki hubungan baik dengan Uni Eropa karena saling membutuhkan. Seiring meningkatnya pertumbuhan ekonomi, kelas menengah Indonesia meningkat dari posisinya saat ini yang sebanyak 55 juta orang. Luhut tak menyebut secara spesifik produk apa yang bisa boikot.

    Luhut mengingatkan sektor penerbangan di Indonesia akan meningkat tiga kali lipat pada 2034 dengan mencapai 270 juta penumpang per tahun. Dengan kondisi ini Indonesia membutuhkan sekitar 2.500 tipe Airbus A320 maupun Boeing 738-800 dalam dua tahun ke depan.

    “Angka itu cukup besar, lebih dari US$ 40 miliar dan menciptakan kira-kira 250 juta lapangan kerja di Eropa maupun di Amerika,” ujarnya. Jika diskriminasi sawit terus dilakukan, sangat terbuka peluang untuk melakukan hal yang sama terhadap produk Eropa.

    Sementara itu, Menteri Koordinatir Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan pemerintah membuka opsi retaliasi. “Bisa saja retaliasi. Memangnya kenapa? Kalau dia sepihak masa kita tidak bisa sepihak,” ujarnya.