Beranda Berita Pilihan Sebut Padang Provinsi Dajjal, Rakyat Minang Somasi Riza Chalid

Sebut Padang Provinsi Dajjal, Rakyat Minang Somasi Riza Chalid

700
0
nasional.sindonews.com

Rekaman pembicaraan Setya Novanto, Maroef Syamsoeddin PT Freeport dan pengusaha Riza Chalid menuai protes. Kali ini rakyat Minang yang diwakili IPPMI mensomasi. Masalahnya, dalam rekaman itu pengusaha ini mensamakan Padang sebagai Provinsi Dajjal.

Riza Chalid diberi waktu 4×24 untuk menjelaskan maksudnya itu. Jika dalam tempo itu tidak ada penjelasan, maka pengusaha ini akan dipidanakan. Sebab ucapan itu menyakiti rakyat Minang, baik yang tinggal di Sumatera Barat, maupun yang berdomisili di daerah lain.

Menurut Muhammad Rafik, Ketum Ikatan Pemuda Pemudi Minang Indonesia (IPPMI), rakyat Minang tidak terima disebut Provinsi Sumatera Barat sebagai Provinsi Dajjal. Ini sangat menyakiti, katanya.

Langkah yang diambil ini, menurut Rafik, mendapat dukungan dari para tokoh yang berasal dari Sumatera Barat. Disebutnya, Ahmad Syafii Ma’arif, Irman Gusman, Emil Salim, Fahmi Idris, dan Azwar Anas merestuinya.

Kata Rafik, ucapan Riza itu terdapat dalam rekaman pertemuan Riza Chalid, Ketua DPR Setya Novanto, dan Makroef Syamsoeddin PT Freeport Indonesia. “Ucapan itu sangat melukai hati dan perasaan masyarakat Minang,” ujarnya dalam rilisnya, Minggu (6/12).

Riza Chalid bicara dengan Maroef tentang masalah lahan di Papua, disamakan seperti di Padang. “Dalam pemahaman umat Islam, Dajjal dikatakan jahat dan kafir,” kata Rafik.

Untuk itu IPPMI minta Riza Chalid mencabut ucapannya, meminta maaf secara langsung dalam rapat adat khusus yang akan diselenggarakan oleh pemangku adat Minangkabau. Dan, menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Minang di media massa lokal yang ada di Sumatera Barat. jss