Beranda Berita utama Sempat Menguat 8,00 Poin, Harga CPO Kembali Melemah

    Sempat Menguat 8,00 Poin, Harga CPO Kembali Melemah

    13
    0

    Harga minyak sawit di Bursa Derivatif Malaysia sempat mengalami penguatan. Dalam pembukaan perdagangan, harga CPO menyentuh level RM 2.127 per ton. Tapi, menjelang pasar ditutup pada sore hari, harga kembali melemah 0,14% ke level 2.116 per ton.

    Pelemahan harga CPO setelah sempat menguat 8,00 poin ini melanjutkan trend penurunan sepanjang tahun ini. Total pelemahan harga komoditas andalan Indonesia dan Malaysia ini sudah melemah 1,20%. Kondisi ini tidak lepas dari melimpahnya stok CPO Malaysia sebagai produsen CPO terbesar kedua setelah Indonesia.

    Menurut Anilkumar Bagani, Kepala Riset Broker dan Konsultan Sunvin Group di Mumbai, India, harga sawit berjangka jatuh dalam 5 hari terakhir ini terus merosot karena pasar khawatir dengan stok CPO Malaysia. “Stok meningkat pada Februari dari sebulan sebelumnya, bukannya berkontraksi, itu mengecewakan pedagang,” kata Anilkumar speerti dikurip dari laman bisnis.com pada 14 Maret 2019.

    Harga CPO memang dibayangi bearish sehubungan dengan persediaan di Malaysia meningkat 1,3% dari bulan lalu menjadi 3,05 juta ton pada Februari. Sementara itu, ekspor terjungkal 21,4% menjadi 1,32 juta ton.

    Harga sawit sempat menguat pada pembukaan perdagangan hari ini didukung oleh sentimen menguatnya permintaan. Fitch Solutions memperkirakan, produksi CPO akan ekspansi dalam keadaan laju yang lamban, sementara pertumbuhan permintaan relatif lebih kuat.

    Salah satunya berasal dari pertumbuhan produksi biodiesel akan terakselerasi di Malaysia dan Indonesia untuk mendukung industri. Hal tersebut pun semacam menjadi suplemen bagi harga sawit untuk mendaki.