Beranda Berita utama Sertifikasi ISPO Lahan Sawit Ditargetkan Selesai 2020

    Sertifikasi ISPO Lahan Sawit Ditargetkan Selesai 2020

    38
    0

    Proses sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) untuk lahan perkebunan kelapa sawit terus berjalan meskipun luas lahan yang harus disertifikasi meningkat. Kementerian Pertanian (Kemtan) menargetkan seluruh lahan kelapa sawit sudah mendapatkan sertifikat Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) pada 2020.

    Menurut Direktur Jenderal Perkebunan Kemtan Bambang, memang ada peningkatan lahan yang sudah memiliki sertifikat ISPO dari 1,56 juta hektare (ha) pada 2016 menajdi 2,11 juta ha pada 2017. Dari data-data lahan ini berarti lahan yang sudah bersertifikat ISPO seminar 19,84% dari total lahan sawit sekitar 14 juta ha. “Tapi, dari total minyak sawit yang dihasilkan, sudah meliputi 25,21%,” kata Bambang di Jakarta pada 6 Juni 2018.

    Bagi lahan perkebunan kelapa sawit, sertifikat ISPO sangat perlu dikembangkan karena penting bagi kebutuhan negara. Apalagi, ISPO menjadi senjata utama untuk menghadapi berbagai tantangan khususnya kampanye negatif terhadap sawit Indonesia. Kampanye negatif oleh LSM asing dan dalam negeri masih berlangsung. Inilah yang harus dihadapi.

    “ISPO ini senjata ampuh untuk menghadapi kampanye negatif. Jadi apapun yang kita lakukan kalau belum 100% ISPO, senjata kita itu masih lemah menghadapi kampanye negatif,” katanya.

    Jika seluruh lahan sawit Indonesia sudah mendapatkan ISPO, maka tidak ada lagi lahan sawit yang berada di kawasan lindung, serta tak ada lagi lahan sawit yang tidak dikelola dengan cara-cara yang tidak baik. “Kami optimistis target 2020 bisa kami penuhi karena dukungan semua pihak,” katanya.