Beranda Berita utama Setelah Pemilu, KPU Banyak Diserang Hoaks

    Setelah Pemilu, KPU Banyak Diserang Hoaks

    28
    0

    Setelah pemilihan umum dan presiden digelar 17 April 2019, kabar palsu, fitnah, dan hoaks buakannya mereda. Penyebaran hoaks makin masif menyerang Komisi Pemilihan Umum (KPU). Bahkan, KPU menjadi pihak paling banyak diserang kabar bohong setelah ada pihak yang tidak puas dengan hasil yang diraih.

    Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyebutkan penyebaran hoaks di media sosial meningkat setelah pemungutan suara pada Pemilu 2019. “Saya berharap menurun, tapi ternyata masih ada terus,” kata Rudiantara di Jakarta pada 21 April 2019.

    Rudiantara mengatakan data penyebaran kabar bohong itu terlihat dari perbandingan antara 17 hari pertama bulan Maret 2019 dengan 17 hari pertama April 2019. Kasus penyebaran hoax itu paling banyak terjadi bulan April. “Nanti kami rilis. Biar tenang dulu sekarang,” ujarnya.

    Masyarakat diminta untuk menahan diri dan tidak memproduksi dan menyebarluaskan berbagai hoax yang berkaitan dengan rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara Pemilu 2019 oleh KPU. “Kita jaga sama-sama KPU untuk melakukan penghitungan suara,” katanya.

    Saat ini, pihaknya dan KPU mengkaji lebih jauh dan menangani penyebar hoax terkait pemilu tersebut. “Hoax yang mengarah ke KPU sekarang coba kami address. Ada tim Kominfo dan KPU yang menangani masalah ini,” katanya.