Beranda Berita utama Soal Referendum Aceh, Muzakir Manaf Minta Maaf

    Soal Referendum Aceh, Muzakir Manaf Minta Maaf

    23
    0

    Mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Muzakir Manaf yang akrab disapa Mualem meminta maaf atas wacana referendum Aceh yang disampaikan beberapa waktu lalu. Dia mengaku pernyataan itu keluar secara spontan dan sekarang menarik kembali ucapannya dan menutup sama sekali wacana referendum.

    Klarifikasi itu disampaikan lewat sebuah video berdurasi 1 menit 16 detik. “Saya lakukan hal tersebut secara spontan kebetulan pada event peringatan haul meninggalnya Teungku Hasan Muhammad Ditiro (Wali Nanggroe Aceh),” kata Muzakir dalam video yang ditayangkan pada 12 Juni 2019.

    Muzakir memastikan rakyat Aceh cinta perdamaian dan mendukung Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dia pun berharap ke depan Aceh bisa maju dalam bingkai NKRI.

    “Saya menyadari rakyat Aceh saat ini cinta damai dan pro-NKRI. Saya berharap Aceh ke depan harus lebih maju, membangun Provinsi Aceh dalam bingkai NKRI,” kata Ketua Partai Aceh (PA) dan Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) ini.

    Muzakir pun mengungkit kembali perjanjian Helsinki. Dia berharap butir-butir perjanjian perdamaian Helsinki yang diteken antara GAM dan pemerintah Indonesia yang belum sesuai dituntaskan ke depan.

    “Hal-hal lain yang menurut saya belum sesuai pasca-MoU Helsinki akan saya buat, sendiri guna menuntaskan semua butir-butir MoU Helsinki ke depan,” katanya.

    Sebelumnya, Muzakir Manaf sempat bikin geger setelah menyampaikan usul soal referendum. Dia mengucapkan usul referendum Aceh itu di acara haul Teungku Hasan Muhammad Ditiro dan acara buka puasa bersama di Banda Aceh pada 27 Mei 2019.