Beranda Berita utama Tahun Ini Ekspor Komoditas Sawit Diprediksi Tumbuh 5%

    Tahun Ini Ekspor Komoditas Sawit Diprediksi Tumbuh 5%

    13
    0

    Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Joko Supriyono mengatakan kkspor minyak sawit mentah diprediksi tumbuh 4%-5% tahun 2019 ini. Perkiraan ini ditopang oleh permintaan CPO yang meningkat seiring implementasi program bahan bakar minyak campuran minyak sawit 20% atau B20.

    Menurut Joko Supriyono, serapan CPO untuk ekspor masih dominan dibandingkan pasar dalam negeri. Meski berbagai kendala sedang menghadang, ekspor CPO diprediksi tetap tumbuh.

    “Kalau dalam negerinya meningkat signifikan, paling ekspornya yang berkurang,” kata Joko dalam paparan kinerja sawit 2018 dan prediksi komoditas sawit 2019 di Jakarta pada 6 Februari 2019.

    Kenaikan produksi CPO tahun 2019 tidak sebesar tahun 2018 yang mencapai lebih dari empat juta ton dari sekitar 38 juta ton pada 2017 menjadi sekitar 43 juta ton pada tahun 2018. “Produksi normal naik 1,5 juta sampai dua juta ton per tahun,” kata Joko.

    Dari data GAPKI, sepanjang 2018 total ekspor CPO dan turunannya mencapai 34,6 juta ton naik sekitar delapan persen dibanding 2017 sebesar 32,1 juta ton.

    Kendati volume ekspor meningkat, secara nilai, ekspor turun sekitar 11 persen persen pada 2018 menjadi 20, 54 miliar dolar dibandingkan 2017 sebesar US$22,97 miliar. “Penurunan nilai ekspor terjadi karena harga CPO turun,” kata Joko.

    Joko optimistis kendati banyak tantangan di pasar ekspor, terkait antara lain bea masuk yang tinggi di India dan tuduhan subsidi oleh Uni Eropa, peluang peningkatan ekspor sangat terbuka karena banyak negara-negara nontradisional belum digarap optimal seperti Timur Tengah dan Asia Selatan.

    “Ini sesuatu yang bagus, pasar domestik kuat, tapi kita tetap kembangkan pasar ekspor,” ujar Joko yang berharap program B20 berjalan lancar sesuai target sepanjang 2019.