Beranda Berita utama Taman Nasional Bukit Barisan Dirambah Kebun Kopi

    Taman Nasional Bukit Barisan Dirambah Kebun Kopi

    74
    0

    Perambahan hutan di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan masih terus berlangsung. Lahan hutan seluas 28.273 hektar telah berubah menjadi perkebunan kopi dari total 320.000 hektar luas taman nasional itu. Pemerintah bersama pihak swasta dan lembaga pemerhati lingkungan menyusun strategi untuk mengatasi perambahan tersebut.

    Menurut Kepala Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) Agus Wahyudiyono saat acara Peluncuran Niat Bersama untuk Mengatasi Deforestasi akibat Budidaya Kopi di Lanskap Bukit Barisan Selatan, Kamis (12.4), di Bandar Lampung, ada 11.000 keluarga yang kebunnya berada di dalam kawasan hutan.

    Kawasan hutan yang paling banyak dijadikan perkebunan kopi berada di Kabupaten Tanggamus dan Lampung Barat. Di Lampung Barat, wilayah yang dirambah antara lain berada di Kecamatan Sekincau, Suoh, dan Air Hitam. Di Tanggamus, wilayah yang dirambah ialah Kecamatan Semaka.

    Country Director WCS Indonesia Noviar Andayani mengatakan, kerusakan di kawasan taman nasional mengancam kelestarian hutan dan satwa dilindungi yang hidup di dalam kawasan. Deforestasi memicu konflik antara satwa dan manusia. Kasus terbaru, kawanan gajah liar kerap masuk ke perkebunan warga di Kecamatan Semaka, Tanggamus.

    Selain berdampak pada lingkungan, masih banyaknya budidaya perkebunan kopi di dalam kawasan hutan juga berpengaruh pada pasar ekspor kopi robusta asal Indonesia. Perambahan hutan dikhawatirkan membuat pasar internasional memboikot produk kopi asal Lampung. Padahal, Lampung merupakan salah satu daerah penghasil kopi robusta terbesar di Indonesia.

    Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus mengatakan, pihaknya berkomitmen mendukung upaya konservasi hutan dengan tetap memperhatikan nasib petani.