Beranda Berita utama Tidak Mau Penuhi Syarat, Pembebasan Baasyir Tertunda

Tidak Mau Penuhi Syarat, Pembebasan Baasyir Tertunda

30
0

Pemerintah menunda pembebasan terpidana kasus terorisme Abu Bakar Baasyir karena belum memenuhi syarat. Salah satu persyaratan yang tidak dipenuhi Baasyir adalah menandatangani ikrar setiap pada Pancasila, NKRI, dan UUD 1945.

“Presiden memberikan pendekatan kemanusiaan, tapi ada prinsip yang harus dipenuhi,” kata Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko di Jakarta pada 22 Januari 2019. Karena itu, pemerintah tidak akan membebaskan Baasyir selama tak memenuhi persyaratan yang berlaku.

Moeldoko mengatakan ‘bola’ pembebasan Baasyir saat ini bukan di sisi pemerintah, melainkan di pihak Baasyir sendiri. Jika bersedia memenuhi persyaratan, Baasyir berhak mendapatkan haknya yakni bebas bersyarat.

Jika Baasyir tidak memenuhi syarat pembebasan, pemerintah tidak akan memberikannya status bebas bersyarat. “Karena itu persyaratan yang tidak boleh dinegosiasikan,” kata Moeldoko.

Menurut Moeldoko, Presiden Jokowi sangat terbuka dengan keinginan Baasyir untuk bebas dengan alasan kemanusiaa. “Tapi, Presiden juga memperhatikan prinsip-prinsip bernegara yang tidak dapat dikurangi dan tidak dapat dinegosiasikan,” katanya.

Sikap pemerintah didukung oleh ahli hukum tata negara, Bayu Dwi Anggono. “Keputusan Presiden Joko Widodo untuk lebih mengedepankan sikap taat dan patuh kepada konstitusi dan peraturan perundang-undangan dibandingkan faktor-faktor lainnya dalam menyikapi permohonan pembebasan Abu Bakar Ba’asyir yang diajukan oleh keluarganya adalah wujud sikap kenegarawanan Presiden,” katanya.