Beranda Budaya Tragedi Setan (41) : Orang Suci Itu Tergoda Gadis

    Tragedi Setan (41) : Orang Suci Itu Tergoda Gadis

    76
    0

    Seseorang yang didesak Iblis untuk melakukan kebaikan yang lebih kecil tidak selalu berakhir dengan kesadaran manusia itu. Ada beberapa cerita tragis, orang-orang suci secara spiritual mengalami kerusakan melalui kesenangan. Sekalipun kesenangan itu terbentuk dari mengutamakan kepentingan orang lain secara tulus.

    Kisah biarawan Barsisa, misalnya. Sebagaimana diceritakan dalam Ihya’-nya Al-Ghazali, merupakan sebuah contoh yang bagus tentang nasib tragis yang dialami oleh seorang manusia yang secara naif berharap mengerjakan suatu kedermawanan. Merawat seorang gadis yang sakit dan sudah putus asa, tetapi tidak bertindak hati-hati, sebagaimana yang harus dilakukan seorang biarawan. Kekuatan daya pikat hawa nafsu ditanamkan Iblis dalam jiwa manusia.

    Cerita ini berawal dengan setan yang menguasai seorang gadis muda, yang menyebabkan dia sakit parah. Keluarganya yakin, bahwa satu-satunya orang yang bisa merawat untuk penyakitnya itu adalah biarawan Barsisa.

    Keluarga gadis ini pergi, dan memohon pada biarawan itu untuk merawatnya. Tapi sang biarawan itu menolak. Ketika keluarga gadis itu terus memintanya dengan sangat, akhirnya sang biarawan mau menolongnya.

    Suatu ketika dia membawa gadis yang sakit itu ke dalam selnya. Setan mengisi pikiran sang biarawan dengan fantasi-fantasi yang indah tentang gadis muda itu. Sampai akhirnya dia tak mampu melawan godaan itu, dan ia bersetubuh dengan gadis ini, yang mengakibatkan gadis itu hamil.

    Setelah itu Iblis merasuki ke alam pikiran sang biarawan. Ia melakukan berbagai macam teror. Iblis itu mendorongnya untuk membunuh sang gadis. Dan ia memberi solusi untuk mengubur mayat gadis itu jika perbuatannya yang rusak itu tidak ingin diketahui orang lain.

    Bagaimana cara memberi kabar pada keluarga gadis itu? Tentang itu, Iblis memberi jalan. Sang biarawan bisa mengabarkan, bahwa gadis itu meninggal karena penyakitnya.

    Tapi setan tak cuma menggoda sang biarawan. Ia juga datang ke keluarga gadis itu. Dengan gamblang ia ceritakan semua prosesi kematian yang telah diperbuat sang biarawan. Setan membisikkan kepada keluarga gadis itu tentang apa yang sebenarnya menimpa sang gadis.

    Bisikan setan itu menimbulkan keputusan akhir. Keluarga sang gadis sepakat akan membunuh sang biarawan. Mereka mempertanyakan perbuatannya dan akan melakukan apa yang ingin mereka lakukan.

    Saat yang genting itu, Iblis kembali mendatangi sang biarawan. Ia berkata, “Aku adalah salah satu yang telah mencekik gadis itu. Aku adalah salah seorang yang menimbulkan masalah ini dalam jiwa keluarga gadis itu. Sekarang patuhilah aku, dan engkau akan diselamatkan, karena aku akan menolong engkau dari mereka.”

    Sang biarawan terpancing. Ia bertanya,”bagaimana caranya?” Iblis pun menjawab, “Sujudlah kepadaku dua kali.” Dan dia pun bersujud kepada Iblis sebanyak dua kali.

    Setelah yang dimaui setan itu dipenuhi, setan ini pun berkata,”Sesungguhnya aku akan meninggalkanmu.” Betapa tragisnya.

    Sekarang pandang baik-baik tipu daya dan paksaan Iblis terhadap sang biarawan untuk melakukan kejahatan-kejahatan yang mengerikan. Dan semua itu berawal dari dia menerima gadis muda untuk dirawatnya. Sebuah kisah yang sedemikian sederhana, tetapi berdampak yang luar biasa bagi seorang yang menapaki jalan suci. (jss/bersambung)