Beranda Berita utama Traveling ke Bangka, Jangan Lupa Museum Timah Ini

Traveling ke Bangka, Jangan Lupa Museum Timah Ini

13
0

Kalau kamu hobi koleksi gantungan kunci, miniatur bangunan bersejarah, plakat dan souvernir yang terbuat dari bahan timah, seharusnya Museum Timah Indonesia di Pulau Bangka menjadi destinasi yang wajib dikunjungi. Apalagi museum ini merupakan satu-satunya museum timah di Asia, bahkan juga satu-satunya di dunia.

Pulau Bangka di Provinsi Bangka Belitung memang dikenal sebagai penghasil timah sejak ratusan tahun lalu. Timah dari pulau ini ditambang sejak jaman kolonial Belanda sehingga jejak bangunan berarsitektur Eropa masih kental di bangunan museum ini. Kesan klasik makin kuat karena di bagian depan musem berdiri lokomotif jaman kuno yang dulu dipakai untuk memproduksi timah.

Meski bangunan museum sudah kuno, susana yang kamu temukan tetaplah ceria, jauh dari kesan seram, apalagi menyeramkan. Apalagi kalau suka sejarah, yang kamu dapatkan rasanya akan meninggalkan kesan mendalam.

Punya andil dalam Perjanjian Roem-Royen
Musuem ini jadi salah satu tempat diskusi para tokoh bangsa sebelum menghadiri Konferensi Roem-Royen pada 7 Mei 1949. Sebelum Perjanjian Roem-Royen dilakukan, di tempat ini sudah dilakukan perundingan konsultasi antara Indonesia, Bijeenkomse voor Federal Overleg (BFO) atau Badan Permusyawaratan Federal, dan Pemerintah Belanda. Perundingan ini di bawah Komisi PBB yang dipimpin oleh Critchley dari Australia. Hasil perundingan di sini kemudian jadi bahan perundingan Indonesia dan Belanda yang menghasilkan Perjanjian Roem-Royen.

Awalnya rumah administratur perusahaan
Musuem ini awalnya rumah dinas administratur perusahaan tambang Banka Tin Winning (BTW) yang didirikan Belanda pada 1816 dengan kantor pusat di Muntok. Bangunan ini njadi Museum Timah Indonesia sejak tahun 1958 untuk menampung peralatan tambang kuno yang banyak ditemukan warga. Tapi, museum ini baru dibukan untuk umum pada 2 Agustus 1997 setelah sekat-sekat kamar di dalam bangunan ini dikurangi untuk dijadikan area terbuka museum. Jadi, jangan heran kalau museum ini mirip dengan rumah dinas jaman Belanda.

Menyimpan peralatan tambang kuno
Kalau ingin melihat bagaimana timah digali dan diproses sampai menjadi gantungan kunci, di museum inilah tempatnya. Kamu bisa menemukan centong kayu yang dulu digunakan untuk mengambil timah yang akan dicetak. Ada lagi mangkok keruk dan alat bor untuk mengambil timah dari dalam galian. Total ada 176 koleksi museum ini yang akan menjelaskan bagaimana timah diproduksi di pulau ini.

Replika Prasasti Kota Kapur
Musuem ini juga menyimpan replika Prasasti Kota Kapur yang menjelaskan penambangan timah di sini sudah ada sejak jaman Kerajaan Sriwijaya. Prasasti berbahasa Melayu ini menjadi bukti kalau timah sudah dikenal sejak awal Masehi oleh penduduk Indonesia. Prasasti Kota Kapur ini ditemukan oleh administrator Belanda, Van der Meulen tahun 1892 di Desa Kota Kapur, Pulau Bangka.

Selain Museum Timah Indonesia, yang pasti kamu masih bisa menemukan destinasi lain yang tidak kalah menarik selama traveling di Pulau Bangka.