Beranda Berita Pilihan Triwulan III-2016, Industri Mamin Tembus Rp 192 T

    Triwulan III-2016, Industri Mamin Tembus Rp 192 T

    42
    0
    Makanan dan minuman kemasan - Foto: bisnis.com

    Meskipun ekonomi nasional sedang mengalami pelemahan, tapi industri makanan dan minuman (mamin) di triwulan III-2016 justru tumbuh mencapai 9,82 persen atau sebesar Rp192,69 triliun.

    “Pertumbuhan industri ini terutama didorong kecenderungan masyarakat khususnya kelas menengah ke atas yang mengutamakan konsumsi produk-produk makanan dan minuman yang higienis dan alami,” kata Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian Panggah Susanto.

    Disisi lain, menurut Panggah nilai ekspor pada industri mamin termasuk minyak kelapa sawit pada Januari-September 2016 mencapai US$ 17,86 miliar. Capaian ini membuat neraca perdagangan masih positif bila dibandingkan dengan nilai impornya pada periode yang sama sebesar US$ 6,81 miliar.

    Artinya, jika melihat perkembangan realisasi investasi sektor industri makanan, sampai dengan triwulan II tahun 2016 sebesar Rp 24 triliun untuk penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA) sebesar US$1,6 miliar.

    “Kami mengharapkan agar GAPMMI (Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia) beserta seluruh anggotanya tetap berupaya keras dan bekerja sama dengan pemerintah agar pertumbuhan industri yang dicapai saat ini dapat terus dipertahankan, terlebih lagi ditingkatkan, sehingga sektor industri makanan dan minuman menjadi penggerak utama industri nasional,” harap Panggah.

    Tapi, Panggah mengingatkan karena industri sangat berperan untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat maka inddustri mamin wajib menerapkan cara pengolahan dan sistem manajemen keamanan pangan yang baik mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan, pengemasan, serta distribusi dan perdagangannya.

    “Sektor ini sangat strategis dan mempunyai prospek yang cukup cerah untuk dikembangkan,” terang Panggah.

    Disisi lain, Panggah menjelaskan bahwa industri mamin juga mempunyai peranan penting dalam pembangunan sektor industri. Kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) industri non migas merupakan yang terbesar dibandingkan subsektor lainnya yang mencapai 33,6 persen pada triwulan III tahun 2016.

    “sehingga dengan pertumbuhan 9,82 persen, sektor ini dapat menopang sebagian besar pertumbuhan industri non migas dengan pertumbuhan mencapai 4,71 persen,” pungkas Panggah. FN