Beranda Berita utama Tukang Ojek Ini Hidupi 126 Orang Santri Tahfidz Al Quran

    Tukang Ojek Ini Hidupi 126 Orang Santri Tahfidz Al Quran

    47
    0
    foto-foto: kumparan.com

    Penampilan lelaki ini biasa saja layaknya tukang ojek yang lain. Berbekal sepeda motor dan jaket hijau seragam Go-Jek, dia mangkal di beberapa tempat di Jakarta untuk menunggu panggilan penumpang di telepon selulernya. Kulitnya sawo matang dengan rambut panjang ikal dan tergerai.

    Namun, siapa sangka jika lelaki bernama Endang Irawan ini juga mengasuh Pondok Pesantren Nurul Iman di Ciomas, Bogor. Tidak ada gambaran sama sekali dia seorang ustadz, apalagi kiai pengasuh pesantren. Yang lebih mengejutkan, pesantrennya khusus untuk hafalan Al Quran.

    Dia mengaku bangga dengan profesinya sebagai tukang ojek. Dia lebih bangga memakai jaket seragam Go-Jek daripada harus bergamis, berbaju koko, memaki kopiah putih apalagi sorban. “Bagaimana pun juga Go-Jek ikut berjasa membesarkan pondok saya,” katanya seperti dikutip dari laman kumparan.com.

    Uang hasil mengojeklah yang digunakan untuk mengasuh 126 orang santrinya. Mereka berusia antara 12-24 tahun yang khusus untuk menghafal Al Quran. Pondok ini dikhususkan untuk anak yatim piatu dan fakir miskin. “Baru belakangan ini saya bisa lebih leluasa mengasuh pondok,” katanya.

    Sebelum menjadi tukang ojek, dia mekanik elektrik yang sering bertugas di luar pulau. Sekali bertugas biasanya sampai 8 bulan. Akibatnya pondok yang sudah dirintis sejak 12 tahun lalu itu kurang perhatian. “Sekarang saya lebih leluasa sejak menjadi tukang ojek di Go-Jek,” katanya. Dia yakin, rejeki datangnya dari Tuhan sehngga harus berbagi dengan sesama.

    Endang tak berharap banyak dari apa yang dilakukannya. “Saya hanya ingin berbuat baik untuk sesama, terutama yatim piatu dan fakir miskin,” katanya. Dia hanya minta didoakan bisa tetap sehat dan mencari uang dari ojek agar terus bisa menghidupi para santrinya.