Beranda Bisnis Tunas Baru Lampung anggarkan capex Rp 800 miliar

    Tunas Baru Lampung anggarkan capex Rp 800 miliar

    31
    0

    PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) menganggarkan belanja modal (capex) sebesar Rp 800 miliar hingga Rp 900 miliar untuk ekspansi tahun ini. Belanja modal ini lebih kecil dibanding tahun-tahun sebelumnya yang mencapai Rp 1 triliun.

    “Sumber pendanaannya nanti sekitar 35% berasal dari kas internal,” ujar Sudarmo Tasmin, Deputy Presiden Director TBLA, di Jakarta, Rabu (28/2). Sementara sisanya akan dipenuhi dari pendanaan eksternal.

    Sebagian dana capex akan digunakan untuk membangun pabrik kelapa sawit. Setidaknya, ada dua pabrik kelapa sawit yang akan dibangun, yakni di Pontianak, Kalimantan Barat dan Lampung.

    Sudarmo menyebutkan, pabrik kelapa sawit di Pontianak akan memiliki kapasitas sebesar 45 ton per jam dan bisa diperbesar hingga 90 ton per jam. Untuk menyelesaikan masing-masing pabrik, TBLA merogoh kocek sekitar Rp 90 miliar hingga Rp 100 miliar.

    Saat ini, TBLA memiliki enam pabrik kelapa sawit yang tersebar dari beberapa wilayah. Di antaranya di Lampung, Bengkulu dan Riau.

    Tahun ini, perusahaan ini menargetkan pendapatannya bisa tumbuh 15%-20% ketimbang tahun 2017. Ini lantaran TBLA sudah mulai mengoperasikan pabrik gula.

    Saat ini, pabrik gula sudah memberi kontribusi sekitar 36% terhadap pendapatan. “Kami perkirakan pabrik gula akan berkontribusi sekitar 50% hingga akhir tahun 2018 atau 2019,” beber Sudarmo.

    Ia memprediksi, pendapatan TBLA hingga akhir 2017 lalu bisa mencapai Rp 9 triliun, dengan laba bersih Rp 1 triliun. Sehingga, dengan target itu, TBLA berpotensi mengantongi pendapatan Rp 10,8 triliun di 2018.

    TBLA juga mulai membayar utangnya. TBLA baru saja menerbitkan obligasi Rp 1 triliun, yang merupakan bagian dari penawaran umum berkelanjutan senilai Rp 1,5 triliun.

    Kupon obligasi bertenor lima tahun itu dipatok di kisaran 9%-9,75%. Perusahaan ini memperoleh rating A+ dari Fitch Ratings Indonesia. Dana obligasi itu digunakan untuk melunasi pinjaman ke Maybank dan mengurangi saldo pinjaman ke Bank CIMB Niaga, OCBC NISP dan Bank Rakyat Indonesia.(sand)