Beranda Berita utama Zuckerberg Klarifikasi Kebocoran Data 50 Juta Pengguna Facebook

    Zuckerberg Klarifikasi Kebocoran Data 50 Juta Pengguna Facebook

    64
    0

    Pendiri dan pemilik jaringan media sosial paling populer Facebook, Mark Zuckerberg akhirnya muncul untuk memberikan klarifikasi tentang kebocoran data 50 juta pengguna Facebook yang digunakan konsultan politik Cambridge Analytic untuk pemenangan Donald Trupm dalam pemilihan presiden Amerika Serikat. Melalui akun Facebook miliknya, Zuckerberg memberikan klarifikasi sebagai berikut:

    “Kami bertanggung jawab untuk melindungi data Anda, dan jika kami tidak bisa melakukannya maka kami tidak layak melayani Anda. Saya telah berusaha memahami apa yang sebenarnya terjadi dan memastikan hal ini tidak akan terjadi lagi.”.

    “Kami sebenarnya sudah melakukan pencegahan beberapa tahun lalu agar hal semacam ini tidak terjadi, namun kami juga melakukan kesalahan. Maka dari itu, kami masih memiliki banyak pekerjaan rumah.”

    “Pada 2007, kami meluncurkan platform Facebook dengan visi sebuah aplikasi harus bersifat sosial. Kalender kalian bisa mengingatkan ulang tahun teman, peta yang mampu menunjukkan tempat teman kalian tinggal secara langsung, dan daftar kontak yang memperlihatkan foto dari orang-orang di dalamnya,” tulis pria yang kerap disapa Zuck ini.

    Kemudian, nama Cambridge University mulai muncul dalam lini masa tersebut. Pada 2013, peneliti bernama Aleksandr Kogan, yang berasal dari firma tersebut, membuat sebuah kuis kepribadian dalam bentuk aplikasi.

    Sekitar 300.000 orang mengunduh aplikasi tersebut pada waktu itu. Menariknya, aplikasi bernama thisisyourdigitalife ini tidak hanya mengangkut data dari penggunanya saja, tapi juga informasi mengenai teman-teman user tersebut di Facebook. Hal tersebut memungkinkannya untuk mengakses data milik puluhan juta pengguna raksasa jejaring sosial itu.

    “Pada 2014, kami mengumumkan bahwa kami mengubah keseluruhan platform Facebook untuk membatasi data yang dapat diakses oleh aplikasi dari pihak ketiga. Aplikasi seperti milik Kogan tersebut tidak akan bisa lagi meminta data mengenai teman-teman penggunanya, kecuali mereka memang menjadi user dari aplikasi itu juga.

    “Pada 2015, berdasarkan informasi yang didapat dari jurnalis The Guardian, kami mengetahui bahwa Kogan telah membagi data pengguna, dan teman-temannya, aplikasi tersebut kepada Cambridge Analytica. Hal ini tentu melanggar kebijakan kami. Setelahnya, kami memblok aplikasi milik Kogan dari Facebook.”

    “Pekan lalu, berdasarkan informasi yang dihimpun dari The Guardian, The New York Times, dan Channel 4, Cambridge Analytica tampak tidak menghapus data sebagaimana jaminan yang mereka berikan sebelumnya. Seketika, kami pun memblok Cambridge Analytica untuk menggunakan layanan dari Facebook. Cambridge Analytica mengklaim bahwa mereka sudah menghapus data tersebut.”

    “Kami juga bekerja sama dengan sejumlah regulator untuk menginvestigasi apa yang sebenarnya terjadi di sini. Kasus ini merupakan pelanggaran kepercayaan antara Kogan, Cambridge Analytica, dan Facebook. Selain itu, ini juga pelanggaran kepercayaan antara Facebook dengan orang-orang yang yang membagikan data mereka.