2018, sektor pertanian serap 34,7 juta tenaga kerja

    2018, sektor pertanian serap 34,7 juta tenaga kerja

    1
    0

    JAKARTA-Sektor pertanian ditargetkan menyerap tenaga kerja hingga 34,7 juta orang pada tahun depan. Selain itu, pada 2018 produk domestik bruto (PDB) sektor pertanian dipatok tumbuh 3,8%, lalu nilai tukar petani (NTP) ditargetkan 103,99, dan skor pola pangan harapan (HPH) menjadi 90,5.

    DPR bersama pemerintah pada pertengahan tahun ini akan menggodok perencanaan anggaran 2018. DPR bersama pemerintah dalam hal ini Kementan telah melaksanakan rapat kerja dengan agenda pembahasan penyempurnaan alokasi anggaran menurut fungsi, program, kegiatan tahun 2018 sesuai hasil pembahasan Badan Anggaran serta pembahasan RKA-K/L dalam RUU APBN-P 2017 di Jakarta pada 10 Juli 2017. Raker dihadiri Menteri LHK Siti Nurbaya yang juga menjadi sebagai Ad Interim (Pejabat Sementara) Menteri Pertanian.

    Dalam penjelasannya, seperti dilansir situs resmi Kementan, Menteri Siti menyampaikan tema Rencana Kerja Pemerintah Kementan 2018 adalah Pengembangan Infrastruktur dan Penguatan Investasi untuk Percepatan Peningkatan Produksi dan Ekspor Pangan. Kebijakan operasional yang akan dijalankan di antaranya adala percepatan produksi dan perbanyakan benih, penyediaan dan perbanyakan indukan sapi, penyediaan pasokan air (embung dan bangunan air lainnya), pengembangan kawasan/kluster, percepatan dan peningkatan produksi dan swasembada, hilirisasi pangan dan pertanian, dan perbaikan/pergantian varietas unggul bermutu.

    Lalu, pengembangan lumbung pangan dan ekspor di wilayah perbatasan, percepatan pengembangan pertanian organik, serta sinergi program dan kegiatan lintas eselon I dan Kementerian/Lembaga. Sebanyak 12 komoditas strategis menjadi prioritas pada tahun depan demi pembangunan ketahanan pangan, komoditas itu adala padi, jagung, kedelai, tebu/gula, daging sapi/kerbau, cabai, bawang merah, bawang putih, karet, kopi, kakao, kelapa, dan kelapa sawit.

    Sedangkan kegiatan yang diusulkan Kementan dalam APBN- 2017 mencakup pengadaan benih kedelai, lalu produksi dan atau bantuan benih bawang putih, kentang, mangga, jeruk, manggis, salak, durian, pisang, jengkol, petai, dan pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) hortikultura. Lalu, produksi dan atau bantuan benih dan atau bibit kelapa, cengkih, pala, kopi robusta, kopi arabika, kakao, lada, karet, jambu mete, dan pengendalian OPT perkebunan. Juga, pengadaan bibit sapi dan IB sapi, produkai benih hortikultura, benih perkebunan, dan bibit peternakan oleh Badan Litbang Pertanian, serta pengawalan dan pendampingan pelatihan tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan,(sand)