Selasa, Juli 25 2017.

Catatan Arzaky Rizky Muhammad : Belajar Tertib Lalu Lintas dari Kota Surabaya

0

Catatan Arzaky Rizky Muhammad kali ini masih terkait dengan kunjungan ke Kota Surabaya, beberapa waktu lalu. Selain pilihan kuliner yang tak mungkin terlupakan, kebersihan dan keindahan kotanya juga layak menjadi teladan bagi kota-kota lain di Indonesia. Bagaimana dengan kondisi lalu lintas jalan di ibukota Jawa Timur ini? Arzaky Rizky Muhammad kembali menuliskan buat Anda:

Salah satu masalah paling akut dari kota-kota di Indonesia adalah tertib lalu lintas. Jika kita mengunjungi kota-kota manapun, di Jawa atau luar Jawa, tipologinya sama: tidak tertib lalu lintas. Memang skala kesemrawutan antara kota yang satu dengan kota lainnya berbeda. Namun tetap saja kondisinya sama: semrawut, saling serobot antar pengguna jalan, dan tidak taat rambu lalu lintas.

Lantas, apakah tidak ada sama sekali kota di Indonesia yang lalu lintasnya relatif baik dan tertib? Setidaknya ada tiga kota yang wajah lalu lintasnya lumayan beradab: Balikpapan, Solo, dan Surabaya. Sekarang kita lihat lalu di Kota Surabaya.

Di bawah kepemimpinan Walikota Tri Rismaharini, wajah kota Surabaya memang sudah jauh berubah. Berubah ke arah yang lebih baik. Taman-taman di sepanjang kota Surabaya tampak tertata. Trotoar juga didesain sangat memanusiakan pejalan kaki. Semuanya indah.

Lalu lintas di Surabaya, dulu dikenal sangat semrawut. Jalanan yang sempit dan jumlah kendaraan yang terus bertambah, membuat keruwetan jalan di mana-mana. Namun, sekarang kondisi itu sudah berubah. Meski tidak bisa kita bandingkan dengan ketertiban lalu lintas di negara maju seperti Jepang misalnya, untuk kelas Indonesia, lalu lintas di Surabaya sudah relatif tertata.

“Kalau di traffic light, berhenti tidak boleh melintasi garis. Di jalan-jalan protokol utama, roda dua wajib di lajur kiri,” kata Mahmud, warga Surabaya.

Ada yang unik. Seperti traffic light pertigaan Jalan Raya Darmo dan Diponegoro (depan Kebun Binatang Surabaya), ada ada pengumuman dari pengeras suara tentang perlunya tertib lalu lintas. Cara ini cukup efektif untuk menegakkan kedisplinan pengendara. Tentu saja, semua itu juga tak lepas dari kerja keras dan koordinasi yang baik antara jajaran Pemerintah Kota dan kepolisian.

Di jalan-jalan protokol di Surabaya, menyebrang jalan juga muda. Seperti di Singapura, juga disediakan rambu (lampu lalu lintas) untuk menyebrang. “Jadi gak khawatir ditabrak mobil atau motor kalau menyebrang,” kata Mufid, warga Surabaya lainnya.

Semoga apa yang sudah ada di Kota Surabaya ini bisa ditiru di kota-kota lain di Indonesia. Arzaky Rizky Muhammad

Catatan Arzaky Rizky Muhammad : Pasuruan, Kota dengan Dua Legenda (2-Habis)

0
Gerbang Kota Pasuruan

Arzaky Rizky Muhammad

Lantas, bagaimana legenda Pasuruan lainnya? Terjadi di zaman kolonial Belanda dan hadirnya tokoh Untung Suropati. Kisah berbeda tentang legenda Pasuruan, muncul dengan latar zaman kolonial Belanda, sekira tahun 1600an. Kala itu, wilayah tersebut dipimpin oleh Djoko Untung Suropati yang bergelar Adipati Wironegoro. Untung Suropati memimpin kota tersebut setelah merebut kekuasaan dari tangan Onggo Djoyo yang setelah kalah perang melarikan diri ke Surabaya. Untung Suropati adalah sosok pemimpin yang antikolonialisme.

Beberapa kali Untung memimpin perlawanan terhadap pasukan VOC Belanda. Dalam beberapa kesempatan Untung memenangi pertempuran dengan Belanda. Pernah ada sebuah kisah di mana pasukan Untung Suropati berhasil memukul mundur pasukan VOC hingga lari tunggang langgang. Karena tidak mau buruannya lepas, pasukan Untung Suropati terus mengejar hingga ke melintasi Sungai Gembong yang saat itu lagi surut. Saat makin terpojok, tiba-tiba pasukan VOC melemparkan berkeping-keping uang sehingga konsentrasi pasukan Untung Suropati pun buyar. Banyak anggota pasukan Untung Suropati yang terus mengejar VOC, tetapi banyak juga yang memilih memungut uang yang dilempar oleh tentara VOC.

Akhirnya, pasukan VOC pun bisa melarikan diri dengan selamat dan tidak terkejar. Meski sedih, pasukan Untung Suropati bergembira karena mendapatkan ribuan keping uang. Bahkan Untung Suropati sampai berteriak, ”Pasar uang, pasar uang.” Ungkapan Untung Suropati inilah yang kemudian menjadi cikal bakal wilayah tersebut dinamai sebagai Pasuruan yang berasal dari kata ”pasar uang”.

Untung Suropati sendiri, dalam catatan sejarah, ditangkap dan ditembak mati oleh Belanda pada tahun 1706 dalam sebuah pertempuran di daerah Bangil. Namun, perjuangan Untung Suropati melawan penjajahan Belanda tidak berhenti dan diteruskan oleh anak cucunya.

Kota Agamis

Meski berwatak keras, khas masyarakat di pantai pesisir, namun warga Pasuruan terkenal sangat egaliter, terbuka terhadap perubahan, dan kental memegang ajaran agama. Sebagian besar penduduk Pasuruan (kota dan Kabupaten) beragama Islam. Agama-agama lain yang juga dianut warga Pasuruan adalah Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu.

Pasuruan menjadi contoh yang baik sebagai kota dengan kerukunan agama yang sangat baik. Tidak hanya masjid, di kota Pasuruan misalnya, kita juga bisa menjumpai gereja Kristen dan Katolik yang besar. Juga ada Kelenteng. Selama ini, kerukunan antarumat beragama sangat terjaga. Masyarakat Pasuruan di wilayah pesisir pantai hidup sebagai nelayan, sedangkan yang berada di wilayah Selatan sebagian besar berdagang, bertani, dan berkebun. Pasuruan juga dijuluki kota mangga, bahkan ada suatu wilayah kecamatan yang menjadi sentra pembibitan dan budidaya mangga yang diakui secara nasional. Wilayah itu disebut Pohjentrek yang arti harfiahnya adalah mangga yang berjajar. Arzaky Rizky Muhammad

BMKG pantau aktivitas bandara di Aceh terkait kabut asap

0

BANDA ACEH-Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Aceh memantau aktifitas penerbangan menyusul kabut asap yang menyelimuti empat bandar udara (bandara) di Aceh.

“Ada empat bandara yang memiliki pos BMKG yaitu Blang Bintang, Sabang, Meulaboh, dan Lhokseumawe,” ujar Kasi Data dan Informasi BMKG Blang Bintang, Zakaria seperti dilansir Antara di Banda Aceh, Selasa (25/7).

Menurutnya, kebakaran hutan dan lahan pada sebagian wilayah di Aceh tepatnya di Kabupaten Aceh Barat telah menimbulkan kabut asap kiriman ke daerah tetangga. Kabut asap itu dikhawatirkan dapat mengganggu aktivitas transportasi udara, bahkan sampai melumpuhkan aktivitas penerbangan di satu bandara.

Data terakhir pihaknya, Senin (24/7) menyebut, 35 titik panas terpantau berada di wilayah Aceh dengan tersebar di delapan kabupaten/kota. Titik panas terbanyak itu terpantau di Aceh Barat dengan 12 titik, lalu 11 titik di Nagan Raya, Aceh Besar, Aceh Jaya, dan Aceh Tegah sama-sama tiga titik, Aceh Singkil, Gayo Lues, dan Sulubussalam masing-masing satu titik.”Ini kita pantau tidak cuma untuk keperluan penerbangan, tetapi untuk kegiatan lain,” terang Zakaria.

Petugas BMKG Bandara Malikussaleh di Aceh Utara, Kharendra Muiz menyebut, kabut asap kiriman tersebut terjadi sepanjang hari. Kabut asap telah menyelimuti wilayah Meulaboh, ibu kota Kabupaten Aceh Barat hingga Kota Lhokseumawe, akibat puluhan hektare lahan gambut terbakar, dan terus meluas sejak akhir pekan lalu.

“Tapi jarak pandang di Lhokseumawe, dan sekitarnya masih aman bagi pengendara yakni empat hingga enam meter,” terangnya.(ione)

Harga minyak mentah diprediksi dibawah US$ 60 per barel

0

SINGAPURA – Analis meyakini, kesepakatan negara-negara produsen minyak OPEC memangkas produksi minyak mereka hanya akan mampu mengerek harga ke level US$ 60 per barel dalam jangka pendek.

 

Seperti dilansir CNBC, Credit Suisse mengungkapkan, harga minyak tidak akan menyentuh level tersebut hingga 2020.

 

Bank investasi ini menurunkan prediksi harga minyak jangka panjang untuk West Texas Intermediate sebesar US$ 5 per barel menjadi US$ 57,50 per barel pada 2020. Demikian pula halnya dengan harga minyak Brent yang dipangkas sebesar US$ 5 menjadi US$ 60 per barel pada tahun 2020.

 

Menurut Credit Suisse, pasar minyak tidak akan mencapai titik balik hingga kuartal III 2018. Credit Suisse juga memprediksi keseimbangan antara permintaan dan penawaran minyak belum akan terjadi hingga 2019.

 

Saat ini, di sejumlah negara-negara produsen minyak yang dipimpin Arab Saudi telah memangkas produksi minyak sebesar 1,8 juta barel per hari hingga Maret dengan tujuan memangkas cadangan minyak global ke level rata-rata lima tahun.

 

Credit Suisse meyakini, cadangan minyak akan tetap berada di atas level 120 juta barel pada saat kesepakatan tersebut dijadwalkan akan turun.(tepe)

Sektor energi target potensial industri sawit dan turunannya

0

JAKARTA-Ketua Umum Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi) Bayu Krisnamurthi mengatakan, sektor energi menjadi target pasar yang potensial bagi kelapa sawit dan turunannya.

Dalam 3-5 tahun terakhir, perkembangan permintaan pasar menunjukkan tren tersebut, sebelumnya kelapa sawit bertumpu pada produk berbasis pangan, seperti minyak goreng, dan produk berbasis oleokemikal.

“Dalam 3-4 tahun terakhir, pertumbuhan pasar cangkang sawit Indonesia di Jepang mencapai 40% setiap tahunnya. Cangkang sawit di Jepang digunakan untuk energi. Jepang menargetkan 4% energi berasal dari bioenergi,” kata Bayu.

Bahkan, kata Bayu, dalam kunjungan Delegasi Sawit ke Jepang Indonesia mendapat kontrak pembelian cantrang sawit senilai US$ 1,5 miliar untuk 10 tahun ke depan. Meski akan ada perkembangan mengenai persyaratan yang harus dipenuhi. Namun yang jelas, potensinya tidak kecil. Cangkang sawit memang menjadi sumber bioenergi alternatif yang terbaik dan diminati.

Permintaan yang semakin tinggi mendongkrak harga cangkang yang sebelumnya terbuang sebagai sampah menjadi US$ 80 per ton untuk FOB dan US$ 120 per ton untuk CIF (Jepang), (ione)

Target ekspor cangkang ke Jepang 1,2 juta Ton

0

JAKARTA-Asosiasi Pengusaha Cangkang Sawit Indonesia (Apcasi) memperkirakan ekspor cangkang kelapa sawit ke Jepang mencapai 1,2 juta ton hingga akhir tahun ini. Secara total, ekspor cangkang kelapa sawit nasional diperkirakan mencapai 1,8 juta ton, atau sekitar 19,6% dari total produksi Indonesia yang ditaksir mencapai 9,18 juta ton pada 2017.

Ketua Apcasi Dikki Akhmar mengatakan, kebijakam energi di Jepang membuka peluang besar bagi ekspor cangkang sawit asal Indonesia. Hal itu menyusul peristiwa gempa Fukushima yang mana Pemerintah Jepang saat ini menggencarkan pembangunan pembangkit energi berbahan biomasa. Jepang sedang membangun 35 pembangkit energi berbahan biomasa. “Jepang membidik cangkang sawit karena lebih gampang untuk maintenance dibandingkan bahan baku lain seperti tvoodchip. Kalori yang dihasilkan cangkang sawit juga cukup baik. Tahun ini, ekspor cangkang sawit diprediksi mencapai 1,2 juta ton. Tahun lalu, ekspor ke Jepang sebesar 800 ribu ton dari total sebanyak 1,6 juta ton,” kata Dikki  di Jakarta, Senin (24/7).

Saat ini, kata Dikki, ekspor cangkang sawit nasional berkisar 15-20% dari total produksi. Sisanya digunakan di dalam negeri, terutama oleh pabrik kelapa sawit (PKS) dan lainnya terbuang menjadi sampah. “Setelah 2017, ekspor akan mencapai 25% dari total produksi karena peningkatan dari daerah-daerah pinggiran karena yang dihasilkan di daerah tersebut tidak bisa diterima oleh industri domestik. Meski ada kendala karena keterbatasan infrastruktur yang memicu tingginya biaya transportasi dan potensi hilangnya barang,” kata Dikki.(sand)

Masyarakat Adat Papua : LSM Asing Bukan Wakil Warga Papua

0

Perwakilan masyarakat adat di Merauke dan Boven Digoel mengkritik kampanye negatif yang dilancarkan LSM asing yang dimotori Mighty Earth dan AidEnvironment di Papua. Sebab akibat dari kampanye itu, maka perusahaan tidak berani membuka lahan plasma untuk masyarakat. Itu karena kedua LSM itu meniupkannya sebagai isu deforestasi dan lingkungan.

“Jangan manfaatkan orang Papua untuk kepentingan negara lain. Kami tidak merasa diwakili kepentingan (LSM). Keinginan masyarakat lahan plasma bisa dibuka dan berkegiatan,” kata Richard Nosai Koula, perwakilan masyarakat hak ulayat di Merauke, dalam pertemuan stakeholder meeting di Jakarta, Senin (24/7/2017).

Richard Nousa bersama 7 perwakilan masyarakat adat dari Merauke dan 2 orang perwakilan masyarakat adat Boven Digoel datang ke Jakarta untuk berdiskusi dengan Mighty Earth dan AidEnvironment.

Sebagai informasi, Mighty Earth adalah NGO asal Amerika Serikat yang fokus kepada kegiatan kampanye dan juga bagian kampanye Waxman Strategies. Sedangkan, AideEnvironment merupakan NGO dari Belanda.

Kedatangan perwakilan masyarakat adat merespon keluhan masyarakat terkait kampanye negatif kedua NGO tadi yang membuat perusahaan sawit di Merauke dan Boven Digoel belum juga membuka kebun plasma untuk masyarakat.

Pastor Felix Amias, Anggota Missionarium Saccratissmi Cordis, menegaskan kampanye NGO seharusnya tidak dapat dijadikan instrumen penentu keputusan.

Apabila masyarakat sudah sepakat menjalin kemitraan dengan perusahaan, di sisi lain perusahaan telah mengikuti aturan pemerintah daerah dan pusat, maka, tidak ada salahnya kalau perkebunan sawit dibuka di kedua daerah tadi.

“Saya telah keliling ke delapan distrik dan bertanya langsung ke masyarakat. Jawaban mereka semua setuju dengan pembukaan plasma masyarakat,” kata Pastor Felix yang juga tokoh masyarakat Boven Digoel.

Sebelumnya, masyarakat pemilik ulayat telah melayangkan surat ditujukan kepada Mighty Earth dan AideEnvironment pada pertengahan Juli 2017.

Dalam suratnya, perwakilan masyarakat mendesak kedua NGO ini menghentikan campur tangan atas hak ulayat masyarakat. Sebab yang merasakan dampak kampanye adalah masyarakat sendiri bukan pihak luar.

“Tolong jangan halangi kami untuk maju dengan berbagai alasan lingkungan,” kata Demianus Blamen, Tuan Dusun Nakias dalam suratnya.

Perwakilan masyarakat adat sepakat supaya perusahaan diberikan kesempatan untuk membuka lahan menjadi kebun plasma masyarakat sebagai usaha meningkatkan perekonomian masyarakat. jss

Jokowi : Permen KLHK dan ESDM jangan hambat investasi

0

JAKARTA-Presiden Joko Widodo mengingatkan kepada para menterinya untuk berhati-hati dalam mengeluarkan peraturan menteri sehingga tidak menghambat dunia usaha dan investasi.

Hal ini diungkapkan Jokowi terkait ada berbagai peraturan menteri di Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLHK) dan Kementerian ESDM yang tidak direspon baik oleh investor karena dianggap menghambat investasi.

“Saya minta para menteri, sekali lagi, untuk hati-hati di dalam menerbitkan peraturan menteri. Tolong betul-betul dihitung, sebelum mengeluarkan sesuatu, dikalkulasi,” kata Jokowi, saat membuka Sidang Kabinet di Istana Negara, Jakarta, Senin (24/7).

Kabinet yang dipimpin Jokowi diberi nama Kabinet Kerja yang terdiri atas 34 menteri, termasuk tiga menteri koordinator, satu menteri sekretaris negara, serta tiga wakil menteri.

Jokowi meminta peraturan menteri yang akan dikeluarkan diberikan waktu untuk pemanasan terlebih dahulu dan dikomunikasikan dengan masyarakat serta pemangku kepentingan.  “Jangan sampai menerbitkan peraturan menteri yang bisa menghambat dunia usaha dan hanya menambah kewenangan kementerian itu sendiri,” katanya.

Jokowi menegaskan, yang harus dilakukan para menteri dan kepala lembaga saat ini adalah hanya mempermudah dunia usaha, ekspansi/mengembangkan usaha, investasi.

“Sekali lagi, peraturan menteri itu acuannya harus ke situ. jangan sampai permen-permen itu justru memberikan ketakutan kepada mereka untuk berinvestasi, untuk mengembangkan usaha, untuk berekspansi,” jelasnya.(tepe)

Emas dan CPO diprediksi Menguat akhir tahun

0

JAKARTA-Harga berbagai komoditas utama di pasar global diprediksi naik 4-6% hingga akhir tahun dari level saat ini. Kenaikan harga akan berlanjut tahun depan, meski tingkat kenaikannya tidak signifikan. Ketidakpastian harga minyak membuat pemulihan harga sejumlah komoditas berjalan lamban.

Ekonom Indef Bhima Yudistira mengatakan, komoditas yang harganya bagus tahun ini adalah emas dan minyak sawit mentah (CPO). Perbaikan harga komoditas emas yang sudah terjadi sejak 2016 bakal berlanjut tahun ini. Hal ini karena banyak investor menghindari dolar Amerika Serikat yang terus melemah dalam beberapa bulan terakhir, baik terhadap mata uang euro maupun yen. “Investor merasa lebih aman mengoleksi emas. Itulah sebabnya, permintaan komoditas tersebut meningkat,” ujar dia.

Sedangkan kenaikan harga CPO tahun ini juga berimbas mendorong harga tandan buah segar (TBS) sawit. Saat ini, harga TBS di Kaltim sudah mencapai Rp 1.700-2.000 per kg, padahal tahun lalu hanya Rp 700 per kg.

“Namun, perlu diwaspadai pula petisi biofuel dari Eropa dan AS. Ini hambatan dagang yang bisa memengaruhi harga CPO ke depan. Kalau untuk komoditas lain sangat tergantung permintaan industri dan kinerja ekonomi negara konsumen,” kata dia.

Sementara itu Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Fadhil Hasan menyatakan, harga CPO tahun ini relatif lebih baik. Tren penguatan didorong kenaikan permintaan CPO Indonesia oleh sejumlah negara, seperti India, Bangladesh, dan Pakistan. Secara rata-rata, harga CPO tahun ini mencapai US$ 700 per ton. “Sedangkan harga CPO tahun depan sulit prediksi, karena pasar sangat dinamis. Apalagi ada saingan minyak nabati lain yang lebih murah,” kata dia.(ione)

KLHK antisipasi kebakaran hutan

0

JAKARTA. – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) akan melakukan pemadaman api di sejumlah titik api yang sudah terlihat di sejumlah wilayah hutan di Indonesia. Hal itu agar tidak terjadi kebakaran hutan dan perkebunan kelapa sawit yang lebih luas.

Kepala Biro Humas KLHK Djati Witjaksono Hadi mengatakan, pemadaman api tidak hanya dilakukan di darat dengan melibatkan tim terpadu, namun juga di udara. Pihaknya akan melakukan pedaman  dengan dukungan helikopter milik KLHK dan Satgas Provinsi untuk melakukan water bombing dan hujan buatan.”Berkat kegiatan ini, terdapat penurunan jumlah titik api sebanyak 1.921 titik atau 92,44%,” ujarnya, kata dia, akhir pekan lalu.

Berdasarkan data satelit Terra Aqua (NASA), terdapat 157 titik api di seluruh Indonesia. Oleh karena itu beberapa provinsi rawan kebakaran juga sudah menetapkan status siaga darurat hingga akhir tahun 2017.

Dari jumlah itu hingga saat ini, Tim Manggala Agni, bagian dari KLHK telah menyelamatkan area seluas 2.062,02 hektare. Itulah sebabnya kualitas udara di berbagai daerah rawan kebakaran hutan dan lahan, terutama di pulau Sumatera dan Kalimantan, juga dilaporkan dalam kondisi baik.(ione)

Pedagang tolak HET beras

0

JAKARTA-Ketua Umum Koperasi Pasar Induk Beras Cipinang, Zulkifli Rasyid mengatakan, pedagang tidak bisa berpatokan pada Harga Eceran Tertinggi (HET) beras yang baru ditetapkan dalam Peraturan Kementerian Perdagangan (Permendag).

Hal ini karena harga yang dibeli dari petani bermacam-macam, bahkan bisa lebih mahal dibandingkan HET yang ditetapkan.  “Kalau beras yang dibeli harganya Rp 8.500, ya bisa kami jual Rp 9.000. Kalau kami beli yang harganya Rp 9.500 atau Rp 9.700, kan mustahil kami jual Rp 9.000,” kata Zulkifli, Minggu (23/7).

Berdasarkan Permendag No 47/2017,HET beras  yang ditetapkan sebesar Rp 9.000 per kg, sementara harga acuan pembelian di petani sebesar Rp 7.400 per kg. Sementara harga acuan gabah kering panen pembelian di petani sebesar Rp 3.700 per kg, dan harga acuan gabah kering giling di petani sebesar Rp 4.600 per kg.

Tidak hanya itu, Zulkifli juga berpendapat sulit untuk menetapkan HET beras, karena dibutuhkan biaya produksi yang cukup besar untuk menjual beras.

Menurutnya, bila pemerintah ingin menetapkan HET untuk beras, diperlukan standar mutu seperti komoditas lainnya. Namun, Zulkifli juga mengatakan, sulit untuk menetapkan standar mutu tersebut, pasalnya terdapat berbagai jenis beras di Indonesia.(sand)

Alam Bersahabat Sambut Presiden Jokowi, Hotspot Pulau Sumatera Nihil

0

Alam nampaknya bersahabat dengan Presiden Joko Widodo. Pulau Sumatera yang semula dipenuhi titik panas (hotspot), tiba-tiba sirna tatkala Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginjakkan kakinya di Provinsi Riau.

Pulau Sumatera yang sebelumnya dipenuhi titik panas itu tak disangka bakal hilang dalam sekejap mata. Padahal pada hari Kamis, dan Jumat, justru hotspot memenuhi Pulau Sumatera. BMKG mencatat, terdapat 47 titik panas di Pulau Sumatera.

Namun ketika Presiden Jokowi tiba di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim (SSK) II sejak Sabtu malam (22/07/2017), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat Riau nihil hotspot.

Ini membuat berbagai kalangan keheranan. Sebab tidak biasanya hotspot yang berjumlah puluhan itu bisa langsung sirna. Biasanya hanya mengalami penurunan.

Sebelum kedatangan presiden itu, titik panas itu bermunculan di Pulau Sumatera. Tercatat ada 47 titik panas yang didominasi Sumbar, Aceh dan Riau.

Namun hari Sabtu dan Minggu ini (23/7/2017), titik panas itu tiba-tiba sirna. Kepala Seksi (Kasi) BMKG Stasiun Pekanbaru, Slamet Riyadi membenarkan itu. “Hari ini hotspot nihil,” katanya dalam rilisnya.

Sedangkan untuk cuaca pagi sampai siang hari cerah berawan. Riau tetap berpotensi diguyur hujan. Dan peluang hujan ringan yang bersifat lokal di sebagian kecil terjadi di wilayah Kabupaten Indragiri Hilir.

Untuk suhu udara 23 sampai 34 derajat celcius. Dan kelembaban udara 48 – 98 persen dengan angin Timur – Selatan, 09 – 27 km/jam. jss

Indeks Populer

Berita terbaru