Beranda Bisnis CPOCC harus dorong mandatori B20

    CPOCC harus dorong mandatori B20

    15
    0

    JAKARTA – Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Agribisnis, Pangan, dan Kehutanan Franky Widjaja mengatakan pembentukan Dewan Negara-Negara Produsen Minyak Sawit (Council of Palm Oil Producing Countries/CPOCC) harus mampu mendorong mandatori B20 kepada negara anggota.

    “Peningkatan produksi B20 harus dikejar untuk menyeimbangkan permintaan konsumen. Hanya saja, Malaysia masih belum mencapai teknologi pembuatan B20, industri dan kesiapan otomotifnya harus disinkronisasikan, Indonesia dianggap masih lebih baik,” jelas dia di Jakarta, kemarin.

    Menurut Franky Widjaja, kebijakan Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) dan Malaysia Sustainable Palm Oil (MSPO) juga harus disinkronisasikan untuk menghindari standar ganda. Karena itu, komunikasi antarnegara dalam forum CPOPC harus lebih baik supaya kebijakannya tepat guna, juga ada sertifikasi Roundtable Sustainable Palm Oil (RSPO) untuk sertifikat di luar negara CPOPC. “Indonesia dan Malaysia sudah produksi sekitar 83-85% minyak sawit di dunia, sehingga melalui dua negara ini kita bisa sepakat bahwa semuanya harus diselesaikan,” jelas dia.

    Melalui upaya kedua negara tersebut maka keruwetan di bidang industri sawit harus bisa diselesaikan. Selama ini, minyak sawit diketahui sangat efisien dari segi produksi per hektare (ha), jauh sangat tinggi dibandingkan minyak nabati lain. “Dengan seluruh ekspert di universitas dan pusat penelitian maka harus dicari kajian ilmiah dan faktanya, jangan hanya berdebat,” kata dia.(sand)