Delapan Santri Bukit Tinggi Dideportasi Malaysia

    Delapan Santri Bukit Tinggi Dideportasi Malaysia

    34
    0
    Changi Airpot/ilustrasi

    Malaysia deportasi delapan WNI. Melalui Batam, delapan santri Pondok Pesantren Darul Hadits, Bukit Tinggi, Sumatera Barat itu dipulangkan ke Indonesia.

    Dirjen Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Lalu Muhammad Iqbal, Rabu (11/1), mengatakan, rombongan santri itu berangkat ke Malaysia pada 3 Januari 2017. Semuanya tinggal di Kuala Lumpur selama tiga hari untuk mengobati salah seorang dari mereka. Kemudian mereka bermalam di Perlis selama satu malam.

    Tanggal 7 Januari rombongan bergerak menuju Pattani untuk belajar sistem pendidikan di sebuah lembaga pendidikan agama Islam setempat. Dan dua hari kemudian mereka melanjutkan perjalanan menuju Singapura melalui Johor.

    Namun ketika tiba di Singapura, mereka ditangkap imigrasi. Imigrasi Singapura menetapkan status Not To Land (NTL) pada mereka. Itu karena ditemukan foto-foto yang terindikasi dengan ISIS di ponsel mereka. Singapura pun mengirimkan kembali delapan santri itu ke Malaysia.

    Di Malaysia, delapan WNI itu ditangani oleh E8 IPK Kepolisian Malaysia (Unit Anti Teror). Dilakukan penyelidikan terhadap mereka. Hasil dari penyelidikan itu terungkap, tidak ada yang mencurigakan dari rombongan santri ini.
    Bagaimana dengan foto yang terkait dengan ISIS? Ternyata itu merupakan foto yang tak sengaja diterima dari media sosial.

    Namun meski tidak terbukti terlibat dengan kelompok ISIS, kedelapan WNI itu tetap dipulangkan imigrasi Malaysia ke Indonesia melalui Batam. Mereka diserahkan ke Kepolisian Riau untuk penanganan lebih lanjut. jss