FBI : Rusia Juga Bajak Email Partai Republik

FBI : Rusia Juga Bajak Email Partai Republik

13
0

Rusia diduga melakukan peretasan terhadap Partai Demokrat. Ini untuk memenangkan Donald Trump. Ternyata, peretasan itu tidak hanya dilakukan terhadap partai ini saja, tetapi juga Partai Republik. FBI yang menyebut itu.

Peretasan yang diduga dilakukan oleh Rusia memang memunculkan spekulasi, bahwa Rusia melakukan upaya untuk memenangkan Donald Trump dalam pemilihan presiden Amerika Serikat (pilpres AS) 2016. Direktur Biro Investigasi Federal (FBI) James Comey mengungkapkan fakta baru.

Menurut Reuters, Rabu (11/1), Rusia juga meretas kampanye politik Partai Republik di sejumlah negara bagian dan domain e-mail Konvensi Nasional Partai Republik (RNC). Kendati tidak ada bukti, bahwa Moskow juga berhasil meretas kampanye Donald Trump seperti yang dilakukannya terhadap Hillary Clinton.

Saat ada sesi dengar pendapat dengan parlemen Amerika Serikat (AS), James Comey menuturkan, bahwa Rusia tidak merilis informasi yang berhasil diretas dari kampanye Partai Republik maupun domain e-mail RNC. Itu semakin menguatkan, bahwa Rusia sengaja membantu Donald Trump untuk menyisihkan Hillary Clinton dalam Pilpres AS 2016.

Peryataan itu membuat Senator Ron Wyden asal Oregon menekan James Comey untuk merilis sejumlah informasi rahasia itu pada publik sebelum inaugurasi Donald Trump pada 20 Januari 2017.

Tapi menurut Comey, hal itu tidak mungkin dilakukan. Ia hanya menyebut, bahwa ada bukti Rusia membajak kampanye Republik di sejumlah negara bagian dan domain e-mail lama yang sudah tidak digunakan oleh RNC.

Senator dari Partai Republik dan Demokrat mengundang Comey bersama direktur badan intelijen negara, kepala agen intelijen pusat (CIA), dan kepala badan keamanan nasional pada Selasa 10 Januari 2017 lalu. Mereka kemungkinan akan menjatuhkan sanksi baru terhadap Rusia akibat serangan siber ini. jss