Hiii, Makam Pangeran Benowo Jadi Sarang Demit

    Hiii, Makam Pangeran Benowo Jadi Sarang Demit

    4970
    0

    Gunung Kimpul Tulungagung Jawa Timur dikenal angker. Di atas bukit ini terdapat makam Gusti Pangeran Benowo. Bagi para pemburu berkah, tempat ini kerap diziarahi.

    Makam ini dianggap aneh. Sudah dibangun megah tapi suasananya tetap seperti zaman dulu. Seram dan dipercaya banyak demitnya. Bulu kuduk mudah berdiri kalau sudah malam tiba. Sering muncul suara aneh seperti ular dan auman macan. Karenanya jarang orang yang berani menginap.

    Ketika masih hidup, Gusti Pangeran Benowo (Makam Bedalem) terkenal sakti. Dia dimakamkan di pinggiran kota Tulungagung. Bukan di tanah datar atau di belakang masjid sebagaimana umumnya makam-makam Islam tua di tanah Jawa, melainkan di atas Gunung Kimpul yang terkenal angker dan dipenuhi demit.

    Dulu, untuk menuju makam ini harus menggunakan perahu kecil. Melalui rawa-rawa yang mengelilingi gunung. Rawa ini dipercaya dihuni buaya putih, karenanya yang berniat ziarah memilih musim ketiga (kering). Sebab rawa-rawa itu kering dan bisa dilewati dengan jalan kaki.

    Kalau sudah sampai di makam putra Sultan Hadiwijaya atau Jaka Tingkir itu ada larangan tidak tertulis. Tidak boleh berbuat seenaknya. Harus berhati-hati dalam berniat. Sekiranya ada niatan kurang baik hendaknya pulang saja. Soalnya resikonya tinggi.

    “Doa yang dipanjatkan harus dipenuhi setelah terkabul. Kalau mengingkari atau lupa, akan sakit. Sudah banyak contoh,” ujar Pak Semo juru kunci makam Pangeran Benowo yang terkenal dengan sebutan Makam Bedalem.

    Mitos itu benar-benar dipercayai, dari rakyat jelata sampai bupati. Terbukti di Tulungagung ada salah seorang bupati ingin terpilih kembali datang ke makam ini. Makam ini dibangun, sehingga nampak megah. Namun masih terjaga keasliannya di dalam.

    Namun begitu, meski terlihat megah, tetap saja jarang yang berani menginap. Biasanya, usai berdoa di makam Pangeran Benowo dan sembilan makam perajurit Pajang langsung pulang.

    Pernah ada yang mencoba menginap satu hingga dua hari. Tapi yang terjadi, belum sampai semalam sudah ketakutan. Itu karena suasananya gelap gulita dan mencekam. Sering terdengar suara aneh. “Tiba-tiba muncul ular dan macan hendak menerkam,” ujar Pak Semo. jss