Jalan-Jalan Asyik di Ambon, Kota yang Tiga Tahun Tercabik Konflik (1)

Jalan-Jalan Asyik di Ambon, Kota yang Tiga Tahun Tercabik Konflik (1)

56
0
Pantai Lubang Buaya, Ambon, Provinsi Maluku (foto: AW)

Apa yang ada di benak Anda ketika kali pertama mendengar kata Ambon? Kota penuh konflik, warganya yang sangar dan tak mengenal kata santun atau sopan, atau kota yang terbelakang? Semua bayangan itu sirna, sekali kita menginjakkan kaki di sini.

”Kita harus menjaga perdamaian, saling menghormati, sehingga kota Ambon tercinta menjadi kota yang mempesona. Kita bersyukur, banyak kegiatan berskala nasional dilaksanakan di kota ini. Setelah MTQ tingkat nasional, Hari Pers Nasional yang baru selesai, akhir Februari ini Ambon menjadi tuan rumah Tanwir Muhammadiyah. Mari tunjukkan bahwa kita bisa menjadi tuan rumah yang baik.”

Kalimat itu saya kutip dari isi khotbah Jumat di Masjid Jami’ Al Fatah, Kota Ambon, akhir pekan lalu (10/2). Masjid yang tampak sangat megah itu, penuh hingga pelataran. Kegiatan shalat Jumat berjalan khusyu’ dan lancar. Usai shalat Jumat, banyak yang langsung kembali beraktivitas, namun tak sedikit yang memilih bercengkerama di masjid bersama teman atau kolega.

Sehari sebelumnya, untuk kali pertama, saya menginjakkan kaki di ibukota Provinsi Maluku ini. Saya bersama sejumlah kolega dari Grup Astra dan GAPKI (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia) ke Ambon memenuhi undangan menghadiri HPN (Hari Pers Nasional) dari PWI (Persatuan Wartawan Indonesia).

Dalam kegiatan tahunan memperingati ulang tahun PWI ke-72 tersebut, juga hadir Presiden Jokowi dan sejumlah menteri. Menteri-menteri yang hadir dalam HPN antara lain: Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menko Kesra Puan Maharani, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pekerjaan Umum Basuki Hadimuljono, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, dan beberapa lainnya. Juga hadir Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian. Sejumlah pengusaha dan pemilik media massa juga hadir, antra lain: Surya Paloh, Harry Tanoesoedibjo, James Riady, Anindya Bakrie, dan Chairul Tandjung.

”Pantas hotelnya susah, bos-bos di Jakarta pada ke sini semua,” kata Anggraeni, salah seorang peserta HPN.

Setelah terbang sekira 3,5 jam dari Jakarta, pesawat Garuda Indonesia GA 646 mulai descending menuju Bandara Internasional Pattimura. Meski sejak take off, karena cuaca mendung, pesawat sering bumpy, menjelang pendaratan langit tampak terang.

”Wah indah sekali. Kotanya berada di bibir pantai dan pesisir pantainya juga tampak bersih,” kata Mustofa, peserta HPN lainnya, seraya menikmati pemandangan Pantai Ambon dari jendela pesawat.

Tak lama, kami pun mendarat di Bandara Pattimura. Meski bangunan bandaranya tampak desain lama, namun landasan pacunya cukup panjang dan nyaman untuk didarati pesawat berbadan sedang seperti Boeing 737-800. “Rasanya sudah gak sabar, kita lihat pemandangan kotanya. Dari atas sih indah, semoga suasana kotanya juga memang indah,” kata Mustofa lagi. (tofan.mahdi@gmail.com/ bersambung)