Jalan-Jalan Asyik di Ambon, Kota yang Tiga Tahun Tercabik Konflik (3)

Jalan-Jalan Asyik di Ambon, Kota yang Tiga Tahun Tercabik Konflik (3)

39
0
Wisatawan berpose di Pantai Pintu Kota, Ambon, Provinsi Maluku.

   Kuliner sudah, waktunya jalan-jalan. Ada tiga destinasi wisata yang layak dikunjungi di Kota Ambon dan sekitarnya: Pantai Pintu Kota, Pantai Lubang Buaya, dan wisata belut raksasa. Pun, jangan lupa, mampirlah ke Gong Perdamaian yang terletak di pusat kota:

Kuliner khas Ambon adalah papeda, seperti bubur kental berbahan sagu. Namun, di tengah kehidupan masyarakat yang semakin modern, papeda bukan lagi menjadi menu utama. Apapun, jika Anda ke Ambon menu papeda ini jangan lupa dicoba.

Puas dengan kuliner, saatnya mengunjungi objek wisata populer di sini. Tujuan pertama adalah Pantai Pintu Kota, di Desa Airlouw. Dari pusat kota Ambon, sekira perlu waktu satu jam untuk sampai di tujuan. Pantai Pintu Kota terkenal karena keindahan batu karang hingga di bibir pantainya.
”Salah objek foto terbaik yang di Pantai Pintu Kota ini, Pak,” kata Jeffry, driver kami.

Cukup membayar tiket masuk Rp 10 ribu per orang, kami pun menghabiskan waktu hingga dua jam di pantai ini. Untuk mencapai bibir pantai, kami harus menuruni anak tangga yang cukup jauh.

“Hmm baliknya pasti ngos-ngosan,” kata Mustofa, rekan dari Jakarta yang antusias menikmati Pantai Pintu Kota.

Sepanjang jalan menuju bibir pantai, kanan-kiri berdiri sejumlah suang yang menjual aneka makanan dan minuman. ”Makan minum dulu Papa, kelapa muda, pisang goreng, juga mie goreng ada,” sapa ibu-ibu di saung yang kami lewati.

Beruntung, hari itu, air laut surut. Jadi pemandangan batu karang terlihat jelas. Termasuk batu karang berlobang yang sangat populer dan paling sering dijadikwan objek foto oleh para wisatawan. Kami berenam pun langsung mendekati batu karang berlubang. Buat apa lagi, kalau bukan untuk kepentingan foto bersama, baik selfie maupun we-fie.

”Pak ambilin foto saya dong agak jauh biar kelihatan batu berlobangnya,” kata Anggraeni, rekan kami.

Lelah berfoto ria di batu karang, perjalanan ke Pantai Pintu Kota kami tutup dengan menikmati kelapa muda dan pisang goreng. Yang unik dan agak berbeda dengan di Pulau Jawa, menu pisang goreng disuguhkan dengan sambal. ”Hmmmm, gimana rasanya,” batinku.

Meski sejenak ragu, akhirnya 10 biji pisang goreng pun habis kami telan tanpa sisa. “Bagaimana rasa perpaduan pisang goreng dengan sambal tadi? Hmmm, sila sendiri dicoba.(tofan.mahdi@gmail.com/ bersambung)